"Apa...?" Ok Ryeong berdiri tegap di atas ranjang. Jantungnya berdegup kencang, suasananya yang semula dinaungi oleh gelombang cinta mendadak berubah menjadi kepulan amarah yang membara."Empat selir...?" repetnya meyakinkan pendengarannya."I-itu yang ingin aku katakan..." sahut Jang Seonwo menunduk patuh, memasrahkan diri siap menerima hukuman apa pun dari sang istri sah. "Untuk mendekati Lee Jaewon, aku terpaksa harus mendekati dan mengikat mereka...""Yah..." Ok Ryeong melenguh berat. Ia berkacak pinggang di atas ranjang, berdiri polos tanpa sehelai benang pun. Meski amarah menguasai dadanya, nalurinya sebagai wanita Murim tahu betul seluk-beluk taktik dan intrik politik. "Memang... harus begitu adanya..." lanjutnya pasrah, tidak punya daya dan kuasa untuk menolak kenyataan yang sudah telanjur terjadi."Maafkan aku, Ok Ryeong.... Jadi, nantinya mereka akan keluar dari Cheonmumaeng..." tambah Seonwo dengan nada
Read more