Tap.... Tap....Langkah kakiku tertatih, menyeret raga yang nyaris hancur berkeping-keping. Aku limbung, kehilangan arah di tengah kepekatan hutan yang seolah ikut menertawakan nasib malangku. Pikiranku kalut; aku harus ke mana? Apa yang bisa dilakukan oleh seorang buronan yang napasnya saja sudah di ujung kerongkongan?Satu hal yang pasti, aku harus terus berlari. Aku harus bertahan hidup demi membalikkan takdir busuk yang tertulis di dalam novel gila ini. Sambil menahan nyeri yang mengoyak dada akibat efek samping elixir, aku mencoba memeras otak, mengingat setiap baris narasi tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun, langkahku terhenti mendadak.Duniaku seolah terputus."Sialan...! Tebing?!"Aku terpaku di tepi jurang yang curam. Di depanku, hanya ada kekosongan hitam dan deburan ombak laut yang tak berujung, menghantam karang dengan suara yang mengancam. Aku meringkuk di sana, memaki takdir yang terus mempermainkan hidupku laya
Dernière mise à jour : 2026-04-13 Read More