Rasa kecemburuan yang mendalam dan membakar itu seketika memekakkan telinga Lee Jaewon dari riuhnya penonton, menarik paksa kesadarannya mundur jauh ke belakang—kembali pada masa-masa suram saat ia masih hidup sebagai manusia biasa di dunia modern.Di ingatan masa lalunya, gadis dengan raut wajah yang persis seperti putrinya, Lee Ye Seol, juga ada di sana. Gadis kampus yang dengan binal, genit, dan tanpa tahu malu selalu menggandeng erat serta menggoda seorang pria tampan di hadapan publik."Halo, Jaewon..." sapa gadis itu kala itu, hanya sekadar basa-basi angin lalu."Ah... iya... halo..." jawab Lee Jaewon muda, terbata-bata dengan tubuh gemetar menahan rasa rendah diri.Pada masa itu, ia hanya bisa berdiri di sudut koridor, menatap dengan pandangan iri yang dipenuhi rasa cemburu yang menggerogoti harga dirinya. Kedua insan di masa lalunya itu bahkan tidak memiliki rasa segan atau malu sed
Read more