Sang ibu, Madam Peng Zhou, dengan terang-terangan berdiri di sisi ranjang, mempersembahkan putri sulungnya sendiri pada tuan barunya untuk dieksekusi keperawanannya tanpa menyisakan sedikit pun rasa bersalah. Di bawah kukungan situasi yang begitu tabu, Lee Ye Seol hanya bisa mendongak pasrah menghadap Jangsam dan ibunya dengan tangisan air mata yang mengalir deras, meratapi nasibnya yang sama sekali tak berdaya.Jangsam bergerak mendekat dengan melempar senyuman menyeringai penuh kebanggaan. Di bawah perutnya, batangan bor pamungkas raksasa miliknya sudah berdiri tegap maksimal, menjulang menantang langit dengan urat-urat yang menegang panas."Ah... Tidak...!! Jangan...!!" teriak Ye Seol histeris.Jantungnya berdegup konvulsif dan ia merasa teramat ngeri membayangkan bor pamungkas berdiameter mengerikan itu beberapa detik lagi akan menghantam masuk, mengoyak liang surgawinya yang masih perawan murni. Gadis muda itu memejamka
Read more