Saat malam tiba, Glena duduk bersandar di kursi depan teras, menatap layar ponselnya. Siang tadi, Rania pergi dalam keadaan terluka cukup parah, dan terpaksa di jemput oleh mars dan membawanya ke rumah sakit atas permintaan Anton, karena mobil yang biasa di pakai oleh Anton di sita Glena. Keheningan kamar itu seketika pecah saat ponselnya bergetar hebat. Sebuah nomor masuk. Teriring... Teriring...Teriring... Teriring...Glena menghela napas pendek, lalu menggeser layar hijau. Ia menempelkan benda pipih itu ke telinganya tanpa minat."Halo," jawab Glena datar."Halo Nona Glena, saya ada tugas untukmu malam ini," suara berat dan berwibawa milik Abraham terdengar dari seberang saluran. Glena memutar bola matanya malas. "Oh, tugas apa itu? Kuharap bukan sesuatu yang membuang-buang waktuku, Tuan Abraham.""Tugasmu adalah untuk menemaniku ke pesta dansa malam ini," kata Abraham santai.Glena mendengus kencang. Ia bangkit dari kursi teras melangkah menuju sofa empuk di tengah ruangan,
Read more