Share

53

Author: Less22
last update publish date: 2026-05-28 16:33:20

Mereka melangkah memasuki ballroom utama. Kemegahan ruangan itu langsung menyambut mereka.

Lampu gantung kristal raksasa memantulkan cahaya keemasan, denting gelas sampanye beradu, dan alunan musik waltz memenuhi udara. Ratusan tamu dari kalangan elite, pejabat, hingga pengusaha papan atas tampak berbaur.

Begitu mereka melewati pintu besar, anting mutiara di telinga Glena berdengung halus. Suara mekanis dari sistem AI langsung berbicara di benaknya.

“Pemindaian area dimulai. Mendeteksi 243 targ
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh   126 TAMAT

    Sebelum melangkah keluar menuju udara malam yang bebas, Glena sempat menoleh ke belakang untuk terakhir kalinya. Di dalam hatinya, sebuah beban berat yang selama ini menghimpit jiwanya perlahan-lahan runtuh. "Geana... permainan mereka sudah selesai. Kau bisa beristirahat dengan tenang sekarang," batinnya.Sementara itu, di dalam selnya, Amor masih terus memukul-mukul lantai dengan tangannya yang dirantai hingga berdarah. Ketakutan terbesar dalam hidupnya bukanlah kematian yang sudah di depan mata, melainkan kenyataan bahwa sosok yang paling ia takuti telah kembali dari liang kubur untuk menuntut balas.Malam itu, di bawah penjagaan ketat dinding-dinding batu, penyesalan datang terlambat, dan kegelapan total siap menjemput mereka yang telah lama menantang maut.Fajar belum sepenuhnya menyingsing, namun lapangan eksekusi yang terletak di pangkalan militer terisolasi itu sudah dipenuhi oleh atmosfer yang mencekam. Udara dingin membungkus area terbuka yang dikelilingi oleh tembok beton

  • Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh   125

    Setelah mengetahui kebenaran bahwa wanita di hadapannya adalah Geana yang bangkit dari kematian, seluruh sisa keberanian Amor menguap tanpa bekas. Syok berat menghantam kesadarannya seperti gada besi. Lututnya gemetar hebat, dan seluruh keangkuhannya sebagai ketua organisasi kriminal runtuh dalam sekejap.Dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki, Amor merangkak di lantai sel yang kotor. Rantai di tangan dan kakinya berdenting hebat, bergesekan dengan semen dingin saat ia berusaha menjangkau ujung sepatu Glena."Geana... Geana, dengarkan aku!" ratap Amor, suaranya parau, berganti menjadi sebuah permohonan yang menyedihkan. "Aku mohon... aku tahu aku salah! Aku tahu aku bajingan! Tapi tolong, selamatkan aku kali ini saja!"Glena tidak bergerak satu inci pun. Ia hanya berdiri tegak, menatap pria yang dulu begitu berkuasa kini bersujud di bawah kakinya seperti anjing yang kelaparan. Tatapan matanya sekeras batu karang."Selamatkanmu?" tanya Glena, nadanya begitu datar hingga membuat bulu k

  • Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh   124

    Saat itu pula, Amor dan Tiger dibawa ke sebuah tempat tahanan bawah tanah yang pengap dan dijaga ketat.Dinding-dinding betonnya yang dingin seolah menjadi saksi bisu bahwa perjalanan mereka telah berakhir; mereka akan dieksekusi mati karena telah banyak melakukan kejahatan yang tak termaafkan.Namun, untuk mencegah mereka menyusun rencana pelarian terakhir, Amor dan Tiger dipisah. Masing-masing diberi ruangan isolasi tersendiri, terkunci di balik jeruji besi yang tebal.Glena berdiri di depan pintu besi ruang tahanan Amor. Langkah kakinya terdengar pelan namun tegas, memecah keheningan koridor. Di sampingnya, Abraham berdiri memastikan situasi tetap aman."Abraham, aku ingin berbicara dengan mereka sebentar," kata Glena, matanya menatap lurus ke dalam sel yang gelap."Baiklah, mau aku temani? Bajingan seperti dia bisa saja nekat di detik-detik terakhirnya," tanya Abraham, tangannya reflex menyentuh sarung pistol di pinggangnya.Glena menoleh sedikit, memberikan senyuman tipis yang me

  • Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh   123

    Dalam sekejap, puluhan prajurit elit bergerak turun dari perbukitan seperti bayangan. Mereka bergerak tak bersuara, memanfaatkan asap hitam yang membubung dari bangunan-bangunan yang terbakar sebagai kamuflase alami. Glena dan Abraham memimpin di barisan depan Tim Beta, menyusup melalui gerbang belakang yang barusan hancur akibat ledakan bom milik salah satu kubu mafia. Suasana di dalam markas sudah seperti neraka jahanam. Mayat-mayat bergelimpangan di atas tanah yang basah oleh darah. Sisa-sisa anggota dari kedua organisasi tampak terengah-engah, saling berlindung di balik puing-puing bangunan dengan sisa amunisi yang sangat menipis. Bang! Bang! Dua orang mafia yang sedang sibuk mengisi ulang peluru mendadak ambruk sebelum mereka sempat menyadari apa yang terjadi. Glena menurunkan moncong senjatanya yang masih berasap, matanya menatap dingin ke arah depan. "Mereka bahkan tidak menyadari kedatangan kita," bisik Glena, bergerak cepat berlindung di balik pilar beton yang retak

  • Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh   122

    Empat jam berlalu dalam ketegangan yang sunyi. Pesawat militer taktis yang mereka tumpangi akhirnya mencapai batas zona penerbangan aman. Glena, Abraham, dan seluruh tim komando melakukan terjun payung taktis (HALO jump) di bawah kegelapan malam, menyusup ke pulau tanpa terdeteksi oleh radar musuh, senyap sepi tanpa suara Kini, Tim Beta yang dipimpin langsung oleh Abraham dan Glena sudah berhasil merayap naik melalui tebing barat yang curam. Mereka tiarap di balik semak-semak lebat di puncak bukit yang menghadap langsung ke arah markas besar mafia tersebut. Tiba-tiba, suara statis terdengar dari earpiece komunikasi di telinga Abraham. Itu adalah suara sersan pengintai dari Tim Alpha yang bergerak lebih dulu di garis depan. "Lapor, Komandan! Ada situasi tak terduga di dalam markas target. Anda harus melihat ini!" bisik suara di seberang sana dengan nada mendesak. Abraham mengernyitkan alis, menekan tombol komunikatornya. "Katakan, Sersan. Apa yang terjadi?" tanyanya penasaran

  • Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh   121

    Keesokan paginya, langit masih berwarna keabuan saat fajar belum sepenuhnya menyingsing. Di sebuah pangkalan udara militer rahasia, deru mesin jet terdengar membahana, memecah keheningan pagi. Sebuah pesawat angkut militer taktis berukuran besar terparkir di landasan pacu, siap lepas landas.Glena turun dari mobil hitam yang membawanya, mengenakan setelan taktis serba hitam yang pas di tubuhnya, lengkap dengan rompi antipeluru ringan dan sepatu lars. Rambutnya diikat kuda dengan rapi, menampilkan wajahnya yang tegas dan penuh fokus.Di dekat tangga pesawat, Abraham sudah berdiri menunggunya. Pria itu kini melepaskan jas mewahnya, berganti pakaian tempur lengkap dengan atribut komando yang membuatnya tampak berkali-kali lipat lebih gagah dan berwibawa."Tidurmu nyenyak, Nona?" tanya Abraham saat Glena berjalan mendekat."Cukup untuk membuatku tetap terjaga selama penerbangan," jawab Glena singkat, matanya beralih menatap puluhan prajurit elit yang sedang melakukan pengecekan senjata t

  • Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh   6

    Sesampainya Anton di ATM, karena ponselnya rusak, ia harus mengambil uang tunai di rekeningnya, karena ia harus membeli ponsel baru Sisa kemarahan Anton masih ada di dadanya. Ia pun memasukkan kartinya di mesin ATM tersebut, saat ia ingin menarik uang 20 juta, tulisan di mesin itu "Saldo Anda tid

  • Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh   5

    Anton bertambah kesal, kepalanya pusing, malah tambah pusing, ia membanting ponselnya dengan kuat dan dengan tenaga penuh ke tembok membuat ponselnya menjadi pecah, casing ponselnya terlepas, layarnya berkedip-kedip dan akhirnya mati. Glena langsung tersenyum. "He he he he, seperti kesempatan da

  • Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh   4

    Dulu tanah itu di jual dengan harga 700 juta tanpa sepengetahuan Glena, dan uang itu habis untuk kebutuhan hidup, foya-foya dan mengirim uang untuk Mara. Harusnya jika gajinya di kirim, harusnya nambah, mana tadi ia sudah mengirim uang untuk Glena 5 juta, dan Mara 6 juta, dan uang sudah terkirim,

  • Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh   3

    "Aman Nyonya," kata Bibi Resti mengeluarkan laptop itu dari tasnya. "Ini saya beli kualitas rendah saja dengan harga 4 jutaan Nyonya, dan CCTV mini 5 buah dengan harga 100 ribu," kata Bibi Resti. "Tidak apa-apa, ini saja sudah cukup. Untuk CCTV kita akan memasangnya di rumah setelah mereka semua

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status