Saat roda mobil Abraham akhirnya berhenti di atas hamparan kerikil halaman rumah Glena, deru mesin yang mati meninggalkan keheningan yang nyaman.Glena perlahan membuka matanya, mengerjap beberapa kali untuk mengusir sisa kantuk setelah perjalanan yang cukup panjang.Abraham memutar tubuhnya sedikit menghadap Glena. Senyum tipis terukir di wajahnya yang tampak lelah namun lega."Senang bisa bekerja sama denganmu hari ini," kata Abraham, suaranya terdengar lebih berat dalam keheningan malam.Glena membalas senyuman itu, ada rasa puas yang sama memancar dari matanya. "Iya. Lagipula, kita tim yang bagus. Kalau ada masalah rumit seperti ini lagi, langsung beri tahu aku. Jangan sungkan."Glena memutar tubuhnya, siap untuk meraih gagang pintu dan keluar dari mobil. Namun, belum sempat jemarinya menyentuh tuas, sebuah kehangatan yang tiba-tiba menahan pergelangan tangannya. Abraham menahan tangan Glena, tidak kuat, namun cukup erat untuk membuat gerakan Glena terhenti.Glena menoleh, menata
Read more