تسجيل الدخولWanita tangguh Queen Mafia No Menye-menye Geana adalah mafia yang berbakat yang selalu menyelesaikan misi dengan. sempurna, tapi siapa menduga jika ia di khianati oleh ketuanya sendiri hanya karena uang. Ia mati di racun dan di tembak, tapi sebelum kematiannya, ia berhasil mencabut bola mata sang ketua dan akhirnya mati menggenaskan dan di cap menjadi pengkhianat. Tapi takdir berkata lain, ia masuk ke tubuh seorang istri buta dan lumpuh akibat kecelakaan, semua tidak menyukainya dan suaminya selingkuh dengan wanita yang mencelakainya. Kini balas dendam akan di mulai. "Bersiaplah kalian semua, kalian akan mendapatkan pembalasan yang menyakitkan!"
عرض المزيدPramo melangkah maju satu tapak lagi, menyodorkan surat itu tepat ke dada Anton. "Tidak ada salah paham, Tuan Anton. Nyonya Glena menggugat cerai Anda atas dasar perselingkuhan, penelantaran, dan pemerasan materi. Beliau juga menegaskan... tidak sudi melihat wajah Anda di pengadilan, jadi beliau menyerahkan semuanya kepada kami untuk diselesaikan secepatnya."Pramo sengaja mengeraskan suaranya agar para wartawan di sudut ruangan bisa mendengar setiap detailnya. "Silakan ambil surat ini, Tuan Anton yang terhormat. Dan oh ya... Nyonya Glena juga menitipkan pesan untuk Anda. Nikmati sisa hari-harimu sebagai orang kaya palsu, karena setelah ini, jangankan sepeser uang, harga dirimu pun tidak akan tersisa.""Kurang ajar!" teriak Anton merampas surat itu dengan kasar dari tangan Pramo.Matanya membaca baris demi baris dokumen tersebut dengan cepat, dan setiap kata di sana benar-benar otentik, lengkap dengan tanda tangan Glena yang tegas di ujung kertas. Tanda tangan yang tidak lagi terlihat
Pramoedya tidak membuang waktu. Setelah meninggalkan kediaman Glena, ia langsung mengendarai mobilnya membelah kemacetan kota menuju gedung studio foto outdoor di kawasan elit, tempat di mana Anton sedang memimpin proyek peluncuran busana terbaru milik perusahaannya. Hari ini adalah hari besar bagi Anton, sebuah sesi foto eksklusif bersama Mara, model papan atas, sekaligus wanita yang diam-diam menjadi pemuas egonya di balik punggung Glena.Suasana di lokasi syuting begitu sibuk. Kru berlarian ke sana kemari mengatur pencahayaan, sementara belasan pasang mata dari para investor, desainer, dan wartawan mode tertuju pada satu titik tengah lapangan.Di sana, Anton berdiri dengan angkuh mengenakan kemeja desainer setengah terbuka, berpose mesra di samping Mara yang tampak memukau dengan gaun sutra merah. Anton merasa di puncak dunia; dia tampan, sukses, selain jadi sutradara, ia juga mencoba menjadi model untuk mencari uang tambahan. "Ya! Bagus sekali, Pak Anton! Geser sedikit ke kiri,
"Bisakah Anda sendiri yang mengantarkan surat panggilan dan gugatan cerai ini langsung ke tangan mantan suami saya? Antarkan saat dia sedang berada di tempat umum, atau lebih baik... saat dia sedang berkumpul dengan rekan-rekan bisnisnya. Aku ingin dia menanggung malu di depan orang banyak. Biarkan ego tingginya itu hancur berantakan."Pramo sempat tertegun mendengar intonasi dingin dari wanita di depannya. Namun, sebagai orang yang sudah lama berkecimpung di dunia hukum kelam, ia tahu persis apa arti tatapan itu. Ini adalah dendam yang terencana."Membuatnya malu? Hmm... secara operasional itu bisa saja saya lakukan sendiri di luar jam dinas murni, Nyonya," kata Pramo, menjeda kalimatnya sengaja sambil memperbaiki posisi kacamatanya."Tapi Anda tahu sendiri... melacak jadwalnya, mendatangi lokasinya secara langsung, dan memastikan dampaknya besar... itu membutuhkan tenaga ekstra. Dan jujur saja, saya butuh 'uang bensin' dan akomodasi yang tidak sedikit untuk mengamankan jalur ini."G
Keesokan paginya dengan cuaca yang cerah.Rania pergi arisan dengan teman-temannya, Maya dan Dinda sedang kuliah, dan Anton pergi bekerja.Di dalam kamar, Glena sedang duduk tegak di depan laptopnya. Jemarinya menari lincah di atas papan ketik, menyusun rencana demi rencana yang telah lama ia pendam.Ting tong!Ting tong!Suara bel rumah memecah keheningan pagi, berdering dua kali dengan ketukan yang terdengar tegas.Glena menghentikan gerakan tangannya. Matanya yang tajam dan awas, langsung melirik ke arah pintu luar."Bibi! Bibi Resti, siapa yang datang pagi-pagi begini?" tanya Glena setengah berteriak, memastikan suaranya terdengar sampai ke area belakang."Sebentar, Nyonya! Saya buka pintunya sekarang," sahut Bibi Resti setengah berlari keluar dari kamarnya, bergegas menuju ke arah pintu utama.Bibi Resti memutar kunci dan membuka daun pintu kayu yang kokoh itu. Di ambang pintu, berdiri seorang pria paruh baya dengan setelan jas rapi berwarna hitam, membawa sebuah tas dokumen kuli






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
المراجعات