Glena terdiam beberapa detik. "Menarik," ucap Glena, suaranya mendatar, kehilangan semua nada gurauan yang tadi sempat ada. "Tapi jawabanku adalah tidak."Di seberang telepon, Abraham menaikkan sebelah alisnya. Ia menjauhkan pulpen emas dari jemarinya dan bersandar pada kursi kebesarannya. "Tidak? Kamu menolak bantuan cuma-cuma dari seorang Abraham? Ini kesempatan langka, Nona Glena. Aku bisa membuat mereka merangkak di kakimu sebelum matahari terbenam tanpa tersentuh hukum sedikit pun.""Cuma-cuma, katamu?" Glena mendengus, tawa hambar lolos dari bibirnya. "Jangan meremehkan isi kepalaku, Tuan Abraham. Kita berdua tahu tidak ada yang gratis di dunia ini, terutama jika tawaran itu datang dari mulut seorang rubah licik sepertimu.""Oh, ayolah. Kamu terlalu berprasangka buruk padaku," sahut Abraham, meski sudut bibirnya justru berkedut membentuk senyuman puas. Dia menyukai fakta bahwa wanita ini tidak mudah dijinakkan. "Aku hanya ingin membantu mempercepat eksekusimu.""Aku tidak
Read more