Malam hari? Terpaksa Karin menunggu Arlan, janji bersama dr. Dimas juga batal, Karin sibuk mengejar ketinggalannya kalau ia santai, kelulusannya akan tertunda, Karin tidak mau itu sampai terjadi. “Sepertinya dr. Arlan gak suka sama kamu Rin,” ucap Silvi saat makan malam di cafe dekat kantin.Silvi menemani Karin yang masih sedih, air matanya begitu banyak menetes hari ini. Karin bukan tipe wanita cengeng tapi Karin tidak sanggup kalau mau mengulang lagi. Begitu banyak yang harus ia lakukan, ia juga harus mencari data, buku, referensi yang lain. Semua itu menghabiskan waktu, Karin juga harus begadang setiap hari untuk mengetik. Sudah pasti pusing! “Aku gak tau salah apa,” jawab Karin menunduk sambil mengaduk makanannya, Karin tidak selera makan. Padahal dari siang tidak ada yang dimakannya, Karin tidak merasa lapar sama sekali. “Coba kamu pikir lagi, pernah gak buat dr. Arlan tersinggung?” Karin menarik napas dalam, malam tadi mereka bercinta. Bagaimana bisa Arlan membencinya? Ap
Baca selengkapnya