Sepanjang jalan, Karin tidur bersandar di pundak Arlan. Ia masih mengantuk, bibirnya yang sedikit terbuka membuat Arlan gemas. Namun, ia tidak bisa melakukan apapun karena sedang bersama dengan supir. “Pak, saya permisi mau ke toilet dulu,” ucap Supir Arlan saat berhenti di rest area. “Ya.” Arlan menunggu di dalam mobil dengan Karin yang masih tidur. Begitu supir Arlan keluar dari mobil, Arlan mengecup bibir Karin dengan lembut, lidahnya menari-nari di dalam rongga mulut Karin tapi Karin masih nyenyak tidur tanpa memperdulikan yang Arlan lakukan. Bahkan Karin tidak tahu kalau bibirnya sedang dilumat sampai habis saat ini. Milik Arlan menegang, ia tidak tahan. Rasanya ingin melahap Karin di dalam mobil tapi supirnya pasti akan cepat datang. Damn! Seperti dugaan Arlan, belum puas dia mengecup bibir Karin, supirnya sudah masuk lagi ke dalam mobil. Arlan berusaha sekeras mungkin untuk menahan hasratnya yang terbakar. “Maaf Pak, lama. Aduh, dompet saya ketinggalan di toilet Pak, say
Read more