“Rinnnnnnn!!!” Masih pagi tapi Silvi sudah berteriak di parkiran mobil, Karin sampai malu sekali, untuk tidak banyak orang melihat. “Kenapa? Kayak ada kecelakaan aja,” ucap Karin sambil membawa buku-bukunya yang ada di belakang mobil, Karin menggunakan mobil sport Arlan, tidak ada yang curiga. Kalaupun ada, wajar saja Arlan itu Pamannya, Karin berlindung atas nama Paman. “Rin, lihat deh di ruang IGD siapa yang dirawat?” Karin malas menebak-nebak, ia sedang pusing, pagi-pagi bertengkar dengan Arlan karena Arlan tidak memperbolehkan Karin untuk menghubungi supirnya. Karin tidak tahu apa masalah Arlan, padahal itu biasa saja. Katanya apartemen ini rahasia, makanya jangan sampai ada yang tahu mereka tinggal di unit apartemen ini walaupun itu keluarga. “dr. Luna, ya ampun dia nekat banget, semalam dr. Luna masuk ruangan dr. Dimas, ngamuk karena kamu pacaran dengan dr. Dimas. Dia minum obat tidur banyak banget, ngancem bunuh diri, aku gak tau gimana kejadiannya setelah ini, pasti sudah
Read more