Dimas merapikan anak rambut yang menutupi wajah Karin, Karin sudah tidur pulas, ia tidak lagi meracau sakit hati karena ditinggalkan Arlan, Dimas bahkan harus pura-pura tidak mendengar supaya hubungan mereka tetapi berlanjut. Meskipun Dimas tahu apa yang dilakukan Karin dengan Arlan, Dimas tidak ada rencana sama sekali memberikan Karin pada Arlan, justru Dimas ingin memiliki Karin seutuhnya dan menjauhkan Karin dari Arlan. “Makasih dok, sudah antar kamu pulang, saya bisa menjaga Karin sendirian di kamar,” ucap Silvi sambil menatap Dimas. Dimas begitu lembut, bahkan meminta pelayan mengambil handuk bersih juga air hangat, Dimas sendiri yang membasuh leher dan tangannya Karin dengan handuk hangat itu. “Kalau nanti ada apa-apa, hubungi saya saja, saya akan usahakan selalu datang kalau untuk Karin,” jawab Dimas. Dimas mengecup lembut kening Karin sebelum pulang. “Baik, dok.” Setelah Dimas keluar dari kamar Karin dan pulang, Silvi bisa bernapas lega. Rasanya mau mati saja mendengar Ka
閱讀更多