Tok! Tok!“Mi, Karin boleh masuk.” Karin mengetuk pintu dulu sebelum masuk kamar orang tuanya, formal sekali tapi Karin sudah biasa. Karin baru tahu kalau Maminya ada di rumah, lucu memang! Mereka semua sibuk, punya hidup sendiri-sendiri. Meskipun Karin dimanjakan tapi orang tuanya tidak peduli Karin makan apa, sedang dimana, bagaimana kuliahnya dan semuanya. Hanya uang yang Karin dapatkan dari rumah ini. “Sayang, kamu gak jalan?” tanya Mami Kaina menoleh ke Karin, tadinya Mami Kaina sedang bercermin, melihat ada kerutan yang mulai terlihat di keningnya setelah itu menarik napas berulang kali, entah ada apa lagi. “Nunggu Silvi dulu Mi,” jawab Karin sambil memandang wajah cantik Mami Kaina. “Mi, Papi selingkuh dengan temanku, teman kuliah. Clara namanya,” ucap Karin apa adanya tanpa peduli lagi perasaan Mami Kaina mendengarnya. Mami Kaina hanya membalas dengan senyum tipis. “Mami gak marah?” “Gak, sudah biasa.” Memang percuma, Mami Kaina terlalu bucin dan cinta mati. Ia juga t
閱讀更多