Setelah kelelahan manis itu mereda, Wandra merasakan aliran qi yang baru di meridian Maya dan Santi, seperti sungai yang kini lebih deras dan murni setelah tembok level 7 runtuh. Tubuh mereka bertiga masih panas, keringat bercampur dengan sisa-sisa cairan lengket yang menempel di kulit. Maya angkat kepala dari dada Wandra, matanya berbinar dengan energi segar, sementara Santi geser lebih dekat, tangannya menyusuri perut Wandra yang rata, merasakan denyut qi yang selaras.'Kita belum selesai, kan? Level 7 ini terasa... Bisa lebih banyak,' bisik Maya, suaranya serak penuh hasrat, bibirnya menyentuh leher Wandra. Santi mengangguk, payudaranya yang montok menekan sisi tubuh Wandra, putingnya yang masih tegang menggesek kulitnya. 'Ya, kultivasi ganda harus dikonsolidasikan. Ayo lanjutkan, biar qi kita bertiga mengikat lebih dalam,' tambahnya, jarinya menyentuh kontol Wandra yang mulai mengeras lagi, memijat pelan pangkalnya untuk membangkitkan aliran energi.Wandra tersenyum, tangannya m
Read more