Sensasi itu luar biasa—memek Ayu mencengkram erat kontolnya seperti tangan yang memeras, cairan hangatnya membasahi bola-bola Wandra. 'Qi kita bergabung... rasakan levelmu naik lagi,' desah Wandra, matanya tertutup sejenak saat gelombang energi menyapu tubuhnya. Ayu menjerit kecil, 'Ya! Tubuhku bergetar... orgasme kedua dekat. Hisap payudaraku, Wandra!'Wandra condong maju, mulutnya telan puting kanan Ayu, hisap kuat sambil gigit pelan, lidahnya melingkar di sekitar montok merah itu. Tangan kirinya turun ke klitoris Ayu, gosok bundaran kecil itu dengan ibu jari, tambah ritme naik turun yang semakin cepat. Ayu bergoyang liar sekarang, pinggulnya menghantam paha Wandra dengan suara basah yang bergema di gua, 'Ahh... aku cum! Qi-mu banjiri aku!' Tubuhnya menegang, memeknya berdenyut hebat di sekitar kontol Wandra, cairan panas menyemprot keluar, basahi perut mereka berdua.Sensasi itu picu Wandra, dia dorong pinggul naik beberapa kali ganas, 'Ambil spermaku lagi, Ayu! Ini qi murni untu
Read more