Pagi ini, sinar matahari pagi menyusup melalui jendela kamar kos Wandra yang sederhana, menerangi ranjang berantakan dan tas perjalanan yang sudah siap di sudut ruangan. Wandra sedang merapikan pakaiannya, pikirannya sudah melayang ke Kota Candi di mana kontes beladiri bakal dimulai nanti. Tubuhnya masih segar setelah kultivasi malam sebelumnya, qi mengalir lancar di meridiannya, membuatnya merasa penuh energi. Tapi tiba-tiba, ketukan pelan di pintu mengalihkan perhatiannya.“Wandra? Ini aku, Winona,” suara lembut gadis itu terdengar dari balik pintu, penuh nada menggoda yang langsung bikin jantung Wandra berdegup lebih kencang. Dia buka pintu, dan di sana berdiri Winona, mengenakan gaun tipis berwarna merah muda yang menempel ketat di lekuk tubuhnya yang montok. Rambutnya terurai panjang, matanya berkilau penuh hasrat, dan senyumnya seperti janji kenikmatan yang tak terbantahkan. “Aku dengar kau mau berangkat ke kontes hari ini. Biar aku kasih hiburan pagi dulu, supaya qi-mu makin
Read more