Mbah Sidi tidak langsung menjawab. Ia menatap Mayang dengan tatapan yang aneh, seperti sedang memilih kata-kata yang paling tepat."Kau tidak akan menemukan jawaban itu dengan mendengarkannya," Mbah Sidi berkata. "Ingatanmu harus kau temukan sendiri. Tapi yang jelas, dulu, saat kau masih kecil, kau diserang oleh musuh. Musuh yang sangat kuat. Kau nyaris terbunuh saat itu."Mayang merasakan lututnya lemas. Wandra meraih lengannya, menopangnya."Musuh itu," Mbah Sidi melanjutkan, "berusaha membunuhmu. Saat itu kau sedang sendirian di hutan. Kau panik. Kau lari. Dan dalam pelarianmu, kau tersandung dan jatuh ke sebuah lembah yang dipenuhi oleh jamur Adlora."Mayang menggenggam lengan Wandra dengan erat."Tanpa sengaja, kau memakan jamur itu," Mbah Sidi berkata. "Mungkin karena lapar. Mungkin karena panik. Tapi apapun alasannya, jamur itu menyelamatkan hidupmu. Energi yang terkandung di dalamnya meledak keluar dari tubuhmu, menciptakan ledakan yang melukai musuhmu dan memaksanya untuk kab
Read more