Accueil / Urban / Kalung Ajaib Pemuda Desa / 386 Dewi Mayang sudah kembali

Partager

386 Dewi Mayang sudah kembali

Auteur: Heartwriter
last update Date de publication: 2026-10-06 23:14:52

Mayang mendekat lebih jauh, matanya membelalak saat menyadari apa yang dimaksud Wandra. Tanda bulan sabit di leher ukiran itu persis sama dengan tanda lahir yang dia miliki. Pola tato yang melingkari lengan sosok batu itu, dengan setiap lekukan dan simbol yang begitu detail, sama persis dengan tato yang menghiasi lengannya sendiri.

"Ini tidak mungkin," Mayang berbisik, mundur selangkah dengan wajah yang mulai pucat. "Aku belum pernah ke pulau ini sebelumnya. Aku yakin sekali."

Wandra memandangn
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   387 Catatan Masa Lalu

    Pria tua itu jatuh berlutut tepat di hadapan Mayang, tubuhnya gemetar hebat, dan seketika seluruh penduduk yang berada di kuil itu ikut bersujud, dahi mereka menyentuh lantai batu, suara isak tangis haru mulai terdengar bersahutan di antara mereka."Sang Dewi," pria tua itu berkata lagi dengan suara yang tersedak emosi, "kami sudah menunggu selama tujuh generasi. Nenek moyang kami berjanji bahwa suatu hari Anda akan kembali ke pulau ini."Mayang berdiri kaku, sama sekali tidak siap dengan penyambutan seperti ini. Dia melirik ke arah Wandra dengan mata yang meminta pertolongan, benar-benar tidak tahu harus bereaksi bagaimana terhadap situasi yang begitu asing baginya."Aku... aku tidak ingat pernah berjanji apa pun," Mayang akhirnya berkata, suaranya pelan tapi cukup terdengar oleh semua orang di kuil itu. "Maafkan aku, tapi aku sama sekali tidak mengingat kunjunganku sebelumnya ke pulau ini."Bukannya kecewa, pria tua itu justru mengangguk dengan pemahaman yang dalam, seolah dia sudah

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   386 Dewi Mayang sudah kembali

    Mayang mendekat lebih jauh, matanya membelalak saat menyadari apa yang dimaksud Wandra. Tanda bulan sabit di leher ukiran itu persis sama dengan tanda lahir yang dia miliki. Pola tato yang melingkari lengan sosok batu itu, dengan setiap lekukan dan simbol yang begitu detail, sama persis dengan tato yang menghiasi lengannya sendiri."Ini tidak mungkin," Mayang berbisik, mundur selangkah dengan wajah yang mulai pucat. "Aku belum pernah ke pulau ini sebelumnya. Aku yakin sekali."Wandra memandangnya dengan lembut, memahami kebingungan yang dirasakan Mayang. "Mayang, kau sudah hidup hampir lima ribu tahun. Kultivasimu berubah-ubah dan setiap kali itu terjadi, kau kehilangan ingatanmu. Bukan tidak mungkin kau pernah datang ke tempat ini di masa lalu, dalam sebuah kehidupan yang sekarang sudah terlupakan sepenuhnya olehmu."Mayang terdiam, matanya masih terpaku pada ukiran itu, mencoba mencari secercah ingatan yang mungkin tersembunyi jauh di dalam benaknya, tapi tidak menemukan apa pun sel

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   385 Melewati Badai

    Wandra langsung menyalurkan seluruh kekuatan yang diperlukan ke dalam layar dan tiang kapal, tangannya menahan struktur kayu itu supaya tidak patah, energinya mengalir menstabilkan seluruh rangkaian tali dan kain yang seharusnya sudah robek berkeping-keping menghadapi angin sekuat ini.Jack Sparrow, di kemudi, bekerja dengan konsentrasi yang luar biasa, memutar roda kemudi dengan gerakan-gerakan kecil tapi sangat presisi, menyesuaikan arah kapal dengan setiap perubahan angin yang dia rasakan, meskipun mata biasa tidak akan bisa membedakan pola-pola halus yang sedang dia baca dari pergerakan air dan udara di sekitarnya.Tiga puluh detik itu terasa seperti waktu yang sangat panjang. Kapal berguncang hebat, air menghantam dari segala arah, petir menyambar begitu dekat sehingga suara gemuruhnya terdengar hampir bersamaan dengan kilatan cahayanya. Beberapa kali kapal miring begitu tajam sehingga sebagian geladak nyaris tenggelam ke dalam air, tapi setiap kali itu terjadi, Jack Sparrow deng

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   384 Jack Sparrow Tunjukkan Keahliannya

    Langit yang tadinya biru cerah mulai berubah pekat begitu Leviathan memasuki gerbang perairan yang oleh para pelaut disebut sebagai ambang Laut Tibran. Awan-awan hitam bergulung dengan kecepatan yang tidak wajar, seolah langit itu sendiri hidup dan sedang marah, menyaksikan siapa pun yang berani memasuki wilayahnya.Jack Sparrow berdiri di kemudi dengan postur yang sama sekali berbeda dari gaya nyelenehnya yang biasa. Matanya yang tadi selalu memancarkan kilatan jenaka kini berubah tajam dan sangat fokus, menatap cakrawala dengan konsentrasi yang luar biasa, seolah dia sedang membaca sebuah buku yang hanya bisa dilihat olehnya sendiri."Semua orang, pegangan!" Jack Sparrow berteriak dengan suara yang menggelegar, jauh berbeda dari nada bicaranya yang biasa terdengar setengah bercanda. "Badai pertama akan datang dalam waktu tiga menit!"Wandra, yang berdiri di geladak bersama Mayang, Viona, dan Baskoro, merasakan tekanan udara yang mulai berubah drastis. Angin yang tadinya sepoi-sepoi

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   383 Sekte Bumi Sesat

    Langit di atas kota pelabuhan Mamasa berubah menjadi kelabu yang mencekam. Matahari pagi yang seharusnya terbit cerah di ufuk timur tertutup oleh awan tebal yang menggulung dari arah laut, seolah alam sendiri merasakan ketegangan yang akan segera meletus.Leviathan baru saja selesai menurunkan jangkar ketika tanda-tanda bahaya pertama muncul. Dari mulut pelabuhan, tiga kapal besar muncul dengan layar hitam yang dihiasi lambang gunung retak—tanda dari Sekte Bumi Sesat. Kapal-kapal ini lebih besar daripada kapal utama Sekte Naga Laut, lambungnya diperkuat dengan pelat besi gelap yang berkilat redup di bawah langit kelabu.Jack Sparrow berdiri di kemudi, ekspresi santainya yang biasa kini berubah serius. Selama puluhan tahun mengarungi lautan, pemandangan tiga kapal Sekte Bumi Sesat yang memblokir pintu pelabuhan membuat wajahnya yang sudah keriput menjadi pucat."Wandra," panggil Jack Sparrow, suaranya tidak biasa kali ini, serius dan dalam. "Kita punya masalah."Wandra sudah berada di

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   382 Kultivasi Fisik Naga Kuno

    Wandra meletakkan cermin itu di atas meja kecil, lalu duduk di kursi kayu di hadapannya. Mayang duduk di tepi ranjang, selimut melilit tubuhnya, menunggu dengan rasa ingin tahu."Aku sudah hidup tujuh ribu tahun," Wandra memulai, suaranya pelan tapi penuh arti. "Dan selama itu, tubuhku tidak pernah menua. Aku tetap terlihat seperti pemuda berusia delapan belas tahun. Aku juga tidak pernah bisa naik ke alam kultivasi selanjutnya. Levelku terus naik, tapi tetap di alam pemurnian tubuh. Aku ingin tahu kenapa."Mbah Sidi membuka matanya yang satu lagi, kini menatap Wandra dengan serius. "Pertanyaan yang bagus. Tapi kau masih ingat aturannya, bukan?"Wandra mengangguk. "Berapa?""Tujuh puluh lima batu roh."Wandra mengangkat tangannya, dan dari cincin penyimpanannya mengalir batu-batu roh yang bercahaya redup, membentuk tumpukan kecil di atas meja. Mbah Sidi tersenyum puas, lalu membuka mulutnya lebar-lebar. Batu-batu itu tersedot masuk ke dalam cermin dan langsung dilahapnya dengan rakus.

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   6 Efek Samping Liontin

    Malam itu, setelah mandi dan mengganti pakaian dengan baju bersih, Wandra duduk di tepi tempat tidur kamar tamu. Ia menatap kalung liontin yang masih ia kenakan.Di bawah lampu kamar, liontin itu tampak biasa saja—hanya logam kusam dengan ukiran aneh. Tapi Wandra tahu, benda ini sama sekali tidak b

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   5 Tinggal bersama Dokter Cantik

    Wandra terkejut mendengar tawaran itu. "Tapi, Dok... saya tidak enak. Kita baru saja kenal.""Justru karena kita baru kenal dan kamu sudah berani mengorbankan nyawamu untukku, aku merasa harus membalas budi," sahut Caroline. "Lagipula, apartemenku cukup besar. Ada kamar tamu yang tidak pernah terpa

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   4 Diajak Tinggal Bersama

    Caroline menatap liontin di leher Wandra dengan tatapan penuh tanda tanya. Sebagai orang yang berpendidikan tinggi dan terlatih dalam ilmu kedokteran modern, dia tidak percaya dengan hal-hal mistis atau supernatural. Pasti ada penjelasan ilmiah di balik semua ini. Mungkin lukanya tidak sedalam yang

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   3 Menolong Dokter Wanita

    Di kota besar seperti ini, di mana tidak ada yang saling mengenal, lebih aman untuk tutup mata dan jalan terus.Tapi Wandra tidak bisa melakukan itu. Didikan orang tuanya dan neneknya mengajarkan bahwa menolong orang yang dalam kesulitan adalah kewajiban, bukan pilihan. Meskipun dia tahu risikonya

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status