Villetta mengembuskan napas panjang di depan cermin, merapikan kembali lipstik merahnya yang sedikit memudar. Setelah merasa cukup tenang dari sisa kekesalannya pada Ayana, ia melangkah keluar menuju koridor yang sepi.Sret!Sebuah tangan kekar mendadak menyentak lengan Villetta dengan kuat. Sebelum ia sempat berteriak, tubuhnya sudah diseret masuk ke dalam ruangan kosong yang remang. Pintu langsung tertutup dengan suara klik halus.Villetta terengah-engah. Begitu mendongak, Arjune sudah menghimpitnya ke dinding."Mas Arjune?""Aku boleh menciummu, Letta," potong Arjune. Suaranya serak, rendah, dan dalam.Villetta terpaku. Sebelum ia sempat membalas, Arjune sudah menunduk dan mencium bibirnya dengan kasar. Ciuman itu menuntut dan penuh gairah. Lidah Arjune menerobos masuk, melumatnya dengan rakus. Alih-alih menolak, Villetta justru merasakan seluruh tubuhnya lemas karena rangsangan panas yang tiba-tiba.Dengan satu sentakan kuat, Arjune mengangkat tubuh V
Last Updated : 2026-05-29 Read more