“Kita sebenarnya mau ke mana, Pak Arjune?” tanya Diana, mempercepat langkah kakinya demi mengimbangi langkah lebar pria di depannya.Arjune tidak menoleh sedikit pun. Ia terus berjalan tegap di jalur setapak.Diana mendengus pelan dalam hati. Seharusnya kalau pria itu hanya ingin berjalan-jalan, ia tidak perlu memaksanya ikut, bukan? Sifat buruknya yang suka menyusahkan orang lain ternyata sama sekali tidak pernah berubah.Saking asyiknya menggerutu dalam hati, Diana tidak menyadari langkah Arjune mendadak terhenti.Bugh!“Aduh!” Diana memekik kecil saat keningnya membentur punggung tegap dan keras bak dinding itu dengan cukup keras. Ia mundur satu langkah sambil mengusap dahinya.Arjune membalikkan tubuh, menatap Diana datar. “Kita makan siang dulu.”Diana menghentikan usapan di dahinya, lalu menoleh ke arah bangunan di samping mereka. Sebuah restoran seafood yang cukup ramai. Detik itu juga, kecemasan mendadak menyergap dadanya. Namun, Arjune sudah melangkah masuk lebih dulu, mau ti
Baca selengkapnya