"Dan aku menginginkanmu, Mas," balas Villeta dengan suara serak, sepasang netranya menatap langsung ke dalam manik mata kelam Arjune.Sebelum Arjune sempat bergerak untuk memosisikan tubuhnya di atas, Villeta menahan dada bidang pria itu. Kedua telapak tangan mungilnya menekan pundak kokoh Arjune. Arjune tertegun, menaikkan sebelah alisnya, memberikan celah bagi Villeta untuk bergera. Dengan satu gerakan berani, Villeta duduk tegak di atas perut berotot Arjune, mengungkung suaminya di bawah kendali penuh.Arjune mendongak, napasnya tertahan di tenggorokan. Sudut bibirnya terangkat tipis, membentuk senyuman miring yang sarat akan tantangan. ‘’Apa ini?""Kenapa? Kamu keberatan kalau malam ini aku yang memegang kendali?" tanya Villeta."Sama sekali enggak," sahut Arjune, kedua tangannya diam di sisi tubuh, membiarkan Villeta melakukan apa pun yang dia inginkan. "Tunjukkan sama aku apa yang mau kamu lakukan."Tanpa ragu, Villeta meraih simpul tali jubah mandinya. Mengabaikan udara dingin
Terakhir Diperbarui : 2026-06-11 Baca selengkapnya