Arjune menatap layar ponselnya selama tiga detik, lalu mematikannya tanpa ekspresi. Informasi dari Roy adalah badai besar yang siap meruntuhkan karier dan statusnya. Namun, saat ia menunduk dan melihat Villeta yang masih gemetar di pelukannya, badai itu mendadak terasa seperti gerimis kecil yang tidak berarti.Dunia boleh saja berbalik memusuhi istrinya, tetapi dunia tidak tahu bahwa Arjune adalah benteng yang tidak akan pernah bisa ditembus."Mas..." Villeta berbisik lirih, merasakan ketegangan sesaat di tubuh suaminya. "Ada apa? Apa terjadi sesuatu di luar?"Arjune menyimpan ponselnya kembali ke saku. Ia merengkuh tubuh Villeta, lalu menyusupkan satu lengannya di bawah lutut sang istri dan lengan lainnya menopang punggungnya. Dengan satu gerakan, ia mengangkat Villeta ke dalam gendongannya."Mas, tanganmu terluka! Jangan dipaksa, aku bisa jalan sendiri—" Villeta panik melihat darah Arjune yang kembali merembes. "Turunkan aku, Mas, kumohon. Luka itu bisa infeksi.""Diam dan pegangan,
Terakhir Diperbarui : 2026-06-09 Baca selengkapnya