“Baju gue…” Wanita itu refleks menatap bagian depan gaunnya yang basah. Tangannya buru-buru mengusap noda alkohol yang menyebar di kain. Namun ketika mendongak dan melihat wajah Arjune, omelannya mendadak tertahan di tenggorokan.“Ah… ya udah, sih,” ia tertawa canggung, mendadak salah tingkah. “Untung enggak banyak.”Arjune mengeluarkan saputangan dari saku celananya, lalu mengulurkannya dengan gerakan santai. “Sorry.”Mika menerima saputangan itu tanpa ragu.“Kalau nodanya enggak hilang, gue ganti gaunnya,” tambah Arjune, suaranya berat dan tenang.Wanita itu terkekeh geli sembari menepuk-nepuk gaunnya dengan saputangan. “Enggak usah. Tapi lo bisa ganti dengan cara lain.”Mereka saling menatap selama beberapa detik, sebelum akhirnya wanita itu mengulurkan tangan terlebih dahulu. “Mika.”Arjune menyambut uluran tangan tersebut, meremasnya lembut. “Al.”“Al?” Mika memiringkan kepala, lalu menggeleng sambil tertawa renyah. “Al, El, Dul?”Sudut bibir Arjune terangkat tipis, pura-pura ter
Baca selengkapnya