แชร์

Bab 35

ผู้เขียน: Izhaha
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-19 10:10:50

Brak! Ah!

Hantaman keras stik golf berlapis baja itu mendarat telak di punggung kiri Arjune, menciptakan bunyi redam yang mengerikan sebelum rasa panas yang membakar menjalar mematikan rasa di kulitnya.

Arjune tidak bergeming. Ia tetap berlutut dengan tegak di atas lantai, kedua tangannya mengepal erat di sisi tubuh. Ia sengaja mengatupkan rahangnya kuat-kuat hingga giginya bergemertak, menolak mengeluarkan satu pun suara erangan yang bisa memuaskan ego pria di hadapannya.

"Anak tidak berguna!"
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Istri Rahasia Sang Penguasa   Bab 42

    "Baskara..." desis Arjune. Suaranya rendah, nyaris seperti geraman. Matanya terkunci pada logo manifes di layar komputer.Yanuar menelan ludah dengan susah payah. “Ya, tapi itu tidak menjadi bukti bahwa Nyonya Villeta ikut dalam kapal itu, Pak.”“Hanya itu informasinya?” tanya Arjune tajam.“Ya,” jawab Yanuar pelan, tak berani menatap langsung netra atasannya. "Data satelit hanya mencatat pergerakan kapal pribadi Tuan Baskara malam itu. Tidak ada manifes penumpang resmi."Arjune bersandar, mencengkeram kemudi hingga buku-buku jarinya memutih. Seringai getir terbit di wajahnya. Pada akhirnya, musuh utama dalam hidup Arjune adalah ayahnya sendiri.“Yanuar.”“Ya, Pak.”“Kalau kamu mau menyembunyikan seseorang dari seluruh dunia…” suara Arjune terdengar datar, “…tempat paling aman itu di mana?”Yanuar berpikir beberapa detik. “Di tempat yang enggak bakal dicurigai siapa pun.”Arjune mengangguk pelan. “Dan siapa satu-satunya orang yang punya kuasa buat menghapus semua jejak keberadaan sese

  • Istri Rahasia Sang Penguasa   Bab 41

    Arena mendadak senyap.Puluhan pasang mata terpaku pada tubuh raksasa botak yang terkapar tak bergerak di atas tanah arena, lalu perlahan beralih kepada satu-satunya sosok yang masih berdiri tegak di tengah ring.Arjune.Tanpa sedikit pun menunjukkan tanda kelelahan, ia mengangkat tangan untuk merapikan topi hitamnya yang sedikit miring. Setelah itu, tatapannya terarah lurus ke balkon lantai dua.Di sana, Leo tanpa sadar melangkah mundur satu langkah. Gelas wiski yang tadi digenggamnya telah pecah berserakan di lantai. Wajah cekingnya kehilangan warna, sementara tangan yang semula mencengkeram bahu Mika perlahan mengendur.Marcus, penguasa pelabuhan barat, melangkah maju melewati Leo tanpa sedikit pun melirik anak buahnya yang dilanda kepanikan. Sudut bibir pria berwajah penuh bekas luka itu terangkat tipis.Lalu... Ia bertepuk tangan pelan.Prok. Prok. Prok.Seolah tepukan itu menjadi aba-aba, keheningan arena langsung pecah. Sorak-sorai penonton kembali menggema, disusul hiruk-pikuk

  • Istri Rahasia Sang Penguasa   Bab 40

    “Baju gue…” Wanita itu refleks menatap bagian depan gaunnya yang basah. Tangannya buru-buru mengusap noda alkohol yang menyebar di kain. Namun ketika mendongak dan melihat wajah Arjune, omelannya mendadak tertahan di tenggorokan.“Ah… ya udah, sih,” ia tertawa canggung, mendadak salah tingkah. “Untung enggak banyak.”Arjune mengeluarkan saputangan dari saku celananya, lalu mengulurkannya dengan gerakan santai. “Sorry.”Mika menerima saputangan itu tanpa ragu.“Kalau nodanya enggak hilang, gue ganti gaunnya,” tambah Arjune, suaranya berat dan tenang.Wanita itu terkekeh geli sembari menepuk-nepuk gaunnya dengan saputangan. “Enggak usah. Tapi lo bisa ganti dengan cara lain.”Mereka saling menatap selama beberapa detik, sebelum akhirnya wanita itu mengulurkan tangan terlebih dahulu. “Mika.”Arjune menyambut uluran tangan tersebut, meremasnya lembut. “Al.”“Al?” Mika memiringkan kepala, lalu menggeleng sambil tertawa renyah. “Al, El, Dul?”Sudut bibir Arjune terangkat tipis, pura-pura ter

  • Istri Rahasia Sang Penguasa   Bab 39

    Pulpen di tangan Arjune menggores kertas tanpa ragu.Sret. Sret.Ia melempar benda itu ke meja. "Sudah?"Baskara menarik dokumen pembatalan tersebut. Setelah memeriksa coretan tinta di atasnya, ia menutup map dengan senyum puas. "Keputusan bijak. Sekarang kembali ke ruanganmu dan benahi penampilanmu.""Tugas saya sudah selesai, Pak Presiden," sahut Arjune dingin. "Saya izin undur diri."Tanpa menunggu jawaban, Arjune berbalik. Langkah lebarnya membawa tubuhnya keluar, meninggalkan ruang kepresidenan bersama dentum pintu yang menutup tegas.Di koridor, Yanuar sudah menunggu dengan cemas. Ia melirik sekilas, menahan napas melihat sorot mata Arjune yang berapi-api. "Kita ke dermaga sekarang? Tim SAR sudah siap melakukan penyisiran.""Batalkan," potong Arjune pendek. Langkahnya terus memburu ke arah lift pribadi.Yanuar tertegun, setengah berlari mengejar. "Tapi, Pak—""Tim SAR tidak akan pernah menemukannya, Yanuar." Pertemuan dengan ayahnya tadi membawa Arjune pada satu kesimpulan mutla

  • Istri Rahasia Sang Penguasa   Bab 38

    Tiga jam setelah ledakan, Pelabuhan Selatan dikepung sirene darurat. Ratusan personel Tim SAR, dan kepolisian memenuhi dermaga. Bau hangus besi terbakar dan solar bercampur menjadi satu udara yang menyesakkan.Arjune berdiri tegap di ujung dermaga. Setelan jas hitamnya basah kuyup, sementara hujan deras yang mengguyur sejak tadi perlahan mematikan sisa kobaran api di permukaan laut."Bagaimana perkembangannya?" tanya Arjune. Suaranya datar, formal, dan dingin.Komandan SAR menelan ludah. Ia sudah memantau jalannya evakuasi hampir lebih dari tiga jam, namun tekanan dari pria di hadapannya ini tetap terasa mengintimidasi. "Kami masih melakukan penyisiran, Pak Arjune. Arus bawah laut malam ini cukup kuat, dan visibilitas di dalam air hampir nol."Arjune menatap kosong ke kegelapan laut. Ia tahu tim SAR sudah cukup lelah melakukan pencarian dan cuaca buruk saat ini sama sekali tidak mendukung. Namun, ego menolak keras. Ia menolak untuk menghentikan pencarian itu."Tiga jenazah kru kapal t

  • Istri Rahasia Sang Penguasa   Bab 37

    Tepat sebelum pintu ganda ruang sidang dibuka, Yanuar menahan lengan Arjune dan berbisik panik, "Pak, posisi evakuasi Nyonya Villeta baru saja bocor ke Departemen Keamanan."Arjune mengepalkan tangan di balik saku jasnya. Hantaman informasi itu terasa lebih menyakitkan daripada pukulan stik bisbol Baskara tadi malam. Namun, sebagai Kepala Divisi Humas dan Protokol Kepresidenan, menahan emosi di hadapan publik adalah keahlian utamanya.Arjune mengatur napas, menegakkan punggungnya yang memar, lalu melangkah masuk.Ruangan itu senyap. Di meja melingkar, para petinggi militer dan pejabat penting Dewan Keamanan sudah menunggunya. Di hadapan media, orang-orang ini selalu menjilat keluarga Yudanegara. Namun malam ini, tatapan mereka berubah. Persis segerombolan serigala yang siap menerkam seonggok daging segar yang sedang terluka."Silakan duduk, Saudara Arjune," buka pria paruh baya di tengah meja—Haryo, perwakilan menteri senior. "Kita tidak punya banyak waktu."Arjune tetap berdiri tegak

  • Istri Rahasia Sang Penguasa   Bab 34

    Tok. Tok. Tok.Ketukan itu terdengar santai, namun sanggup membuat napas Villeta tercekat di tenggorokan.Riana tidak membuang waktu. Ia langsung mengangkat senjata apinya, mengarahkannya lurus ke depan pintu dengan posisi siap tembak. Tubuhnya merendah, bersiap menghadapi skenario terburuk jika pi

  • Istri Rahasia Sang Penguasa   Bab 36

    Pelabuhan Selatan tampak hampir lengang. Hanya beberapa lampu kuning temaram yang menyala di sepanjang dermaga, bergoyang pelan tertiup angin laut yang berembus kencang membawa aroma asin menusuk hidung. Villeta berdiri bergeming. Tatapannya lurus tertuju pada kapal kargo besar yang bersandar di uj

  • Istri Rahasia Sang Penguasa   Bab 32

    "Kami juga sering menginap di sini, Villeta. Sepertinya, Arjune masih menyimpan barang-barangku di lemari kamar itu?"Villeta langsung mengepalkan tinju di balik saku sweater-nya. Rasa takut yang sejak kemarin menghimpit dadanya mendadak hilang, berganti jadi rasa panas yang membakar harga diri. Bi

  • Istri Rahasia Sang Penguasa   Bab 31

    Sinar matahari pagi yang menembus celah gorden kayu membangunkan Villeta. Sisi ranjang di sebelahnya sudah dingin. Rasa panik sempat menyergap dadanya, namun aroma kopi hitam yang kuat dan gurih dari arah dapur perlahan menenangkan debar jantungnya.Villeta bangkit, melilitkan jubah mandi satinnya,

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status