Home / Romansa / Antidote / Bab 141

Share

Bab 141

Author: Delf
last update publish date: 2026-09-22 13:25:44
Calvin mengernyitkan dahinya ketika tiba di alamat yang dikirim oleh Ivan tadi. Sebuah rumah yang sedang direnovasi namun sudah tampak hampir selesai.

“Ini rumah siapa?” tanya Calvin ketika akhirnya melangkah masuk ke dalam pekarangan rumah di mana Ivan sedang berdiskusi dengan beberapa tukang. Calvin mengamati sesaat wajah sepupunya itu, berjaga-jaga seandainya mood sepupunya kurang bagus dan tiba-tiba mengajaknya berduel.

Mengabaikan pertanyaan sepupunya, Ivan masih melanjutkan diskusinya sesa
Delf

Hallo semua, untuk tau detail soal Dariel, bisa dibaca di novelku yang berjudul "Masih menjadi milikku" ya. Terima kasih kalian sudah mau membaca novelku sampai sejauh ini, semoga suka ^_^

| Like
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Antidote   Bab 142

    “Na...” Anna hampir saja terlonjak ketika bahunya ditepuk oleh seseorang. Saat ini dia sedang berada di ruang keperawatan sambil menunggu waktu istirahatnya selesai. “Kamu nggak makan siang?”“Udah Kak tadi, bawa bekal dari rumah.”Vino menarik kursi yang ada di sebelah Anna, “Dimasakin bekal sama tante?”Anna menggeleng, “Enggak, mama papa lagi ke luar kota katanya sih ada reuni. Aku masak sendiri tadi.”Vino mengerjap pelan, “Tumben, lagi persiapan menjadi ibu rumah tangga?” goda sang kakak.“Hush, ngaco! Mumpung masih ada bahan sisa di kulkas.” Terang Anna.Vino terkekeh, “Ya nggak apa-apa juga kali belajar masak. Kan sebentar lagi berkeluarga.”Anna mendengkus mendengar ucapan sepupunya, “Berkeluarga sama siapa?”“Belum dilamar juga sama Calvin?” Goda Vino sambil menyesap kopinya.“Ck.. boro-boro. Dianya menghilang.”Vino mengangkat sebelah alisnya, “Menghilang? Tadi aku baru ketemu dia di depan, katanya habis check up.”“Hah? Serius?”“Iyah, aku pikir kamu yang cek dia.”Anna men

  • Antidote   Bab 141

    Calvin mengernyitkan dahinya ketika tiba di alamat yang dikirim oleh Ivan tadi. Sebuah rumah yang sedang direnovasi namun sudah tampak hampir selesai.“Ini rumah siapa?” tanya Calvin ketika akhirnya melangkah masuk ke dalam pekarangan rumah di mana Ivan sedang berdiskusi dengan beberapa tukang. Calvin mengamati sesaat wajah sepupunya itu, berjaga-jaga seandainya mood sepupunya kurang bagus dan tiba-tiba mengajaknya berduel.Mengabaikan pertanyaan sepupunya, Ivan masih melanjutkan diskusinya sesaat dengan para tukang. Calvin akhirnya memlilih mengamati bangunan baru itu yang cukup luas, walau tidak seluas rumahnya dan Ivan, namun terlihat sangat nyaman dengan taman di depan rumah.“Kamu lagi ada proyek yang sedang kejar tayang nggak?” Bukannya menjawab pertanyaan Calvin tadi, Ivan malah balik bertanya sambil melangkah masuk ke dalam rumah tersebut.Calvin yang sedikit bingung dengan pertanyaan Ivan ikut melangkah masuk membuntuti pria itu. “Hmm.. ada proyek tapi masih dalam tahap awal s

  • Antidote   Bab 140

    Anna terdiam, kemudian menggeleng. Namun gerakan kepala Anna itu membuat Calvin terkejut. Dia tidak yakin dengan apa yang baru saja Anna lakukan.“Kamu... bukannya kemarin kamu bilang ke April kalau aku menyatakan perasaanku, kamu tidak akan menolak?”Anna menarik selimut yang menutupi tubuhnya sampai batas lehernya, udara dingin yang menyembur dari pendingin ruangan mulai membuat tubuhnya kedinginan. Anna menatap Calvin dan menghembuskan nafas kasar, “Maaf.. tapi aku belum siap untuk menjalani hubungan lagi.”“Kamu belum siap karena masih ragu padaku?” tanya Calvin.Anna menggeleng cepat, “Bukan. Aku.. aku hanya takut jika aku belum benar-benar bisa move on dan menyembuhkan diriku sendiri. Jujur, masih ada rasa trauma sejak putusnya hubunganku dengan Victor. Kamu tau kan, aku bukan pacaran lalu putus, tapi sudah bertunangan dan melibatkan kedua keluarga. Aku tidak mau gagal untuk kedua kalinya. Jadi aku butuh waktu untuk meyakinkan perasaanku sebelum aku melangkah kembali.”Walaupun

  • Antidote   Bab 139

    Ciuman yang awalnya bertujuan untuk menghentikan ucapan Calvin malah kini membangkitkan gairah keduanya. Anna mengalungkan tangannya pada leher Calvin seolah memasrahkan diri ketika lidah mereka saling bertaut. Murahan banget sih kamu, Na! Kutuknya dalam hati, namun nyatanya tubuhnya mengkhianatinya. Anna dengan serta merta membalas semua lumatan bibir Calvin. Sepertinya memang Anna sudah semakin ahli dan tau harus bagaimana merespon segala gerakan bibir pria itu.Kini bahkan keduanya sudah berbaring di atas sofa dengan tubuh Calvin menindih Anna dan tangan nakal pria itu mulai bergerilya di tubuh gadis itu. Anna mendesah, kali ini dia bahkan merasa bahwa urat malunya sudah terputus.Walau sudah beberapa kali berciuman dengan Anna, namun kali ini baik Calvin maupun Anna merasakan sensasi yang berbeda, mereka melakukannya dengan gerakan lembut dan tidak tergesa-gesa, seolah menikmati setiap detik moment yang mereka lewati.Cumbuan bibir Calvin sekarang telah merambah turun ke leher jen

  • Antidote   Bab 138

    Untung saja Anna sedang dalam posisi duduk di sofa, jika tidak sudah dipastikan bahwa tubuhnya akan oleng. Walau sudah mendengar dari mantan suami Olivia, namun ketika mendengar pengakuan langsung dari Calvin rasanya benar-benar berlipat-lipat kali rasa sakitnya. Bahkan kini Anna bisa merasakan dadanya terasa sesak.Calvin yang melihat wajah Anna menjadi tegang dan sekaligus pucat langsung memeluk Anna. “Anak baptis, bukan anak kandung.” Lanjut Calvin kemudian dan entah mengapa tangis Anna tiba-tiba pecah dalam pelukan pria itu. Apakah itu tangis kelegaan dan kebahagiaan?Calvin menghela nafas panjang. “Olivia menikah dengan Randy karena mereka dijodohkan, walau Olivia tau bahwa Randy adalah cowok brengsek. Randy sering main perempuan dan juga berlaku kasar pada Olivia, baik secara verbal, fisik, maupun seksual. Olivia berusaha bertahan karena janjinya pada almarhumah sang ibu. Randy tidak pernah menganggap Dariel sebagai anaknya karena dia merasa Dariel tidak mirip dengannya. Sampai s

  • Antidote   Bab 137

    “Kamu apa-apaan sih?” cecar Anna ketika dia sudah menaiki mobil Calvin. Setelah akhirnya mereka berdua, Anna bisa mengungkapkan kedongkolannya dan juga kebingungannya atas sikap Calvin.“Hmm? Maksudnya?” Calvin menstater mobilnya.Anna memandang keluar jendela sambil bersedekap, jantungnya belum bisa berdetak normal.Calvin menoleh sekilas ke arah Anna, wajar saja gadis itu merasa kesal padanya.“Kita ngomong setelah ini ya.” Ucap Calvin yang kemudian melajukan mobilnya bergabung dengan kepadatan ibu kota.Ini keterkejutan Anna ketiga kalinya dalam setengah hari ini, setelah menemukan Calvin yang tertidur di depan rumah sepupunya, lalu diajak ke rumahnya dan diperkenalkan sebagai calon istrinya, dan kini...“Ini di mana?” tanya Anna ketika Calvin memarkirkan mobilnya di basement.“Ini apartemen baruku.”“Kita mau ngapain?” tanya Anna awas.“Kan kita mau bicara.”“Bisa di sini aja, nggak harus ke apartemen kamu.”“Di sini pengap, Na. Basement loh.”“Ta.. tapi kata Om.. kita nggak boleh

  • Antidote   Bab 2

    Hari ini adalah jadwal libur Anna, dan gadis imut itu memilih untuk berjalan-jalan ke mall seorang diri dan berencana ke toko buku untuk membeli buku sketsa. Sebenarnya Anna ingin menjadi seorang design grafis, dan keluarganya sudah mendukung karena bakat menggambarnya memang sudah terlihat sedari

  • Antidote   Bab 1

    Bunyi sirene ambulans terdengar memasuki halaman rumah sakit, dengan secepat kilat Anna bersama dengan perawat lainnya segera berlari ke arah pintu Instalasi Gawat Darurat, bersiap untuk menyambut pasien yang baru saja datang.“Kecelakaan tunggal, diperkirakan ada tulang yang patah. Pasien mengalam

  • Antidote   Bab 7

    “Calvin?” Olivia terkejut, raut wajahnya campur aduk, antara marah, sedih, dan juga khawatir. “Ka.. kamu?” ucapnya masih bergeming di tempatnya.“Liv..” ucap Calvin terbata, terkejut dengan kehadiran Olivia.Pandangan Olivia mengarah tajam ke Steffany, membuatnya menundukkan kepala karena merasa be

  • Antidote   Bab 6

    “Besok aku berangkat.” Ucap seorang pria pada Calvin ketika Anna membuka pintu kamar Calvin.“Ma.. maaf..” ucap Anna sungkan.“Enggak apa-apa kok, Sus. Jadwal minum obat ya?” tanya pria tampan tersebut ramah.Anna mengangguk, “Sekalian mau ganti infus.”“Kenapa tiba-tiba berangkat?” tanya Calvin pa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status