“Kak April ada-ada saja. Aku dan Calvin itu cuma pasien dan perawat aja.” Jawab Anna berusaha menyembunyikan keterkejutannya, namun rona merah di wajahnya tetap melekat.“Yakin cuma pasien dan perawat?” goda April mengedipkan sebelah matanya. “Bukannya kalian beberapa kali jalan bareng?”Deg! Jantung Anna semakin berdebar, jangan sampai keluarganya tau bahwa pertemuannya dengan Calvin bukanlah antara pasien dan perawat, bukan juga antara sesama teman, tapi antara guru dan murid. Tiba-tiba tubuh Anna merasa tegang memikirkan itu, ciuman itu...Anna menarik nafas dalam mencoba mengendalikan perasaannya, “Ya jalan bareng dan ngobrol biasa aja kok, Kak. Nggak ada yang gimana-gimana, lagian dia itu sudah ada cewek yang dia suka.”Senyum April semakin mengembang, rupanya pancingannya berhasil, “Oh gara-gara ada yang dia suka jadi kamu mundur? Dia uda jadian sama cewek itu?”“Enggak sih, tapi dia ngejarnya sudah lama, bertahun-tahun. Tapi ceweknya nolak terus, dan akhirnya menikah sama orang
Read more