Share

Bab 79

Author: Delf
last update publish date: 2026-06-19 21:40:51

Anna berjalan masuk menuju kamar tidurnya dengan berusaha menahan tetesan air mata yang sejak tadi bersiap meluncur keluar dari pelupuk matanya. Entah kekuatan dari mana, tapi Anna pun kaget bisa menghadapi ini dan berbicara sangat lancar dan lantang di hadapan seluruh keluarga yang berkumpul.

Sebenarnya ada terbersik dua pilihan untuk mengungkapkan alasan sebenarnya dia memilih mengakhiri hubungan tersebut, namun Anna lebih memilih untuk bersikap dewasa dan bijaksana. Toh dia harus bersyukur b
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Antidote   Bab 80

    “Kak April ada-ada saja. Aku dan Calvin itu cuma pasien dan perawat aja.” Jawab Anna berusaha menyembunyikan keterkejutannya, namun rona merah di wajahnya tetap melekat.“Yakin cuma pasien dan perawat?” goda April mengedipkan sebelah matanya. “Bukannya kalian beberapa kali jalan bareng?”Deg! Jantung Anna semakin berdebar, jangan sampai keluarganya tau bahwa pertemuannya dengan Calvin bukanlah antara pasien dan perawat, bukan juga antara sesama teman, tapi antara guru dan murid. Tiba-tiba tubuh Anna merasa tegang memikirkan itu, ciuman itu...Anna menarik nafas dalam mencoba mengendalikan perasaannya, “Ya jalan bareng dan ngobrol biasa aja kok, Kak. Nggak ada yang gimana-gimana, lagian dia itu sudah ada cewek yang dia suka.”Senyum April semakin mengembang, rupanya pancingannya berhasil, “Oh gara-gara ada yang dia suka jadi kamu mundur? Dia uda jadian sama cewek itu?”“Enggak sih, tapi dia ngejarnya sudah lama, bertahun-tahun. Tapi ceweknya nolak terus, dan akhirnya menikah sama orang

  • Antidote   Bab 79

    Anna berjalan masuk menuju kamar tidurnya dengan berusaha menahan tetesan air mata yang sejak tadi bersiap meluncur keluar dari pelupuk matanya. Entah kekuatan dari mana, tapi Anna pun kaget bisa menghadapi ini dan berbicara sangat lancar dan lantang di hadapan seluruh keluarga yang berkumpul.Sebenarnya ada terbersik dua pilihan untuk mengungkapkan alasan sebenarnya dia memilih mengakhiri hubungan tersebut, namun Anna lebih memilih untuk bersikap dewasa dan bijaksana. Toh dia harus bersyukur bisa menyadarinya lebih awal daripada melanjutkan ke pernikahan, yang entah kapan terwujud, namun pada akhirnya harus bercerai.“Anna...” sebuah panggilan menghentikan langkah kaki Anna.“Kak Vino?” Anna mengerutkan keningnya, sejak kapan sepupunya ini datang? “Sama siapa, Kak?” tanya Anna sambil celingak-celinguk“Ada April dan Lala di depan.” Ucap Vino tersenyum. “Kamu udah mau tidur? Ke depan dulu yuk.” Ajak Vino.Sebenarnya Anna ingin masuk ke dalam kamar dan merenungi nasibnya, namun jika di

  • Antidote   Bab 78

    “Maaf Om dan Tante, Anna dan Kak Victor sudah sepakat untuk tidak melanjutkan pertunangan ini ke jenjang yang lebih serius.” Ucap Anna di saat pertemuan kedua keluarga malam itu, membuat seluruh orang yang hadir malam itu terkejut.“Kenapa, Na? Kalian sudah bertahun-tahun loh bersama. Dan kami sudah menganggap kamu sebagai anak kami sendiri.” Ucap mama Victor dengan mata berkaca-kaca.Anna tersenyum, “Anna juga sudah menganggap Tante dan Om sebagai kedua orangtua Anna, tapi kami berdua telah memutuskan bahwa ini adalah keputusan terbaik buat kami berdua.”“Tapi ada masalah apa? Kenapa tiba-tiba putus?” tanya ibu Victor masih tidak bisa menerima kenyataan tersebut.“Apakah Victor melakukan kesalahan padamu?” Kali ini giliran ayah Victor yang bertanya karena penasaran. Karena menurutnya sosok Anna adalah calon menantu idaman dan mereka tau persis seperti apa sifat dan karakter Anna.Anna terdiam dan menatap Victor sesaat, membuat wajah pria tersebut memucat. Anna kemudian menggeleng, “K

  • Antidote   Bab 77

    Anna terkejut ketika membuka pintu ruangan Victor dan mendapati Sherly yang berada dalam ruangan tersebut dengan wajah terkejut dan rambut yang sedikit berantakan. Anna mendapati kancing kemeja bagian atas wanita itu bahkan terlepas menyisakan helaian kecil benang membuat dada montoknya sedikit terekspose. Anna menggelengkan kepalanya pelan, seharusnya dokter muda itu mendapatkan surat peringatan dari pihak rumah sakit karena berpakaian tidak pantas.Anna berusaha tersenyum, “Maaf menganggu, saya ingin bertemu dokter Victor.” Ucap Anna datar.Sherly hanya mengangguk kecil dan Anna melewati wanita yang masih berdiri mematung di samping pintu ruangan Victor. Dengan gerakan anggun dan penuh percaya diri, Anna menyenggol pundak wanita itu dengan sedikit kasar membuat tubuh Sherly sedikit oleng.“Anna? Ada apa?” tanya Victor sedikit terkejut melihat kehadiran tunangannya di depan matanya.“Saya hanya mau menyerahkan hasil lab pasien yang baru selesai operasi kemarin.” Ucap Anna sambil mele

  • Antidote   Bab 76

    Anna merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur setelah selesai membersihkan diri. Gadis itu bersiap untuk tidur dan memejamkan matanya. Namun ketika matanya terpejam, bayangan dirinya dan Calvin satu jam yang lalu muncul memenuhi benaknya. Bahkan dengan mengingatnya saja tubuh bagian bawah Anna terasa berdenyut dan sangat menyiksa.Anna menyentuh kembali bibirnya yang lembut, rasa bibir Calvin begitu membekas di bibirnya. Bahkan kini dengan bisa dia rasakan belaian lidah Calvin di dalam mulutnya. Astaga Tuhan, aku sedang memikirkan apa. Anna cepat-cepat mematikan lampu di atas meja nakas sebelah tempat tidurnya. Kemudian ditariknya selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya hingga kepala.Niatnya ingin tidur agar tidak memikirkan Calvin lagi, namun yang malah terjadi adalah sebelah tangan kanan Anna perlahan mulai memasuki bawah piyamanya dan perlahan naik ke arah dadanya. Dengan gerakan lembut Anna mengikuti apa yang dilakukan Calvin padanya tadi, jari jempolnya mulai mencari celah untu

  • Antidote   Bab 75

    Suara desahan Anna membuat Calvin menyudahi kegilaan itu, pria itu segera menjauhkan tubuhnya dari Anna. Kedua mata mereka saling bertatap penuh arti, ada sisa-sisa kabut gairah di sana. Keduanya mencoba menstabilkan nafas mereka yang masih naik turun.“Ma.. maaf.” Akhirnya suara parau Calvin terdengar. Sebenarnya Calvin terkejut ketika Anna mendesah menyebut namanya karena itu artinya dalam kesadaran penuh Anna tau dia sedang melakukannya bersama Calvin, bukan Victor.Anna hanya terdiam, tenggorokannya terasa kering tidak mampu bersuara.“Aku akan mengantarmu pulang, sudah malam.”Anna tidak mengatakan apapun, dia hanya mengangguk pelan dan memperbaiki posisi duduknya dan juga merapikan kembali bajunya.Mobil Calvin pun kembali melaju di jalanan, namun kali ini terasa sangat panjang dan sepi. Bahkan terasa lebih sepi daripada ketika mereka menyetir mobil sendiri. Masing-masing larut dengan pikiran dan perasaan yang berkecamuk di dalam dan juga rasa tersiksa yang mereka rasakan.Anna

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status