Beberapa detik kemudian, Figo kembali menelepon. Sora mengembuskan napas kasar dan merasa jengkel.Dia mengangkat panggilan itu kembali dengan suara dingin, “Kamu punya telinga atau nggak, sih? Sudah aku bilang jangan–”“Mama, ini aku.”Sora seketika mengatupkan bibirnya ketika yang dia dengar bukan suara Figo, melainkan Shopie.Sora berdehem pelan dan berusaha menormalkan suaranya. “Oh? Maaf, Sayang. Mama kira tadi telepon dari penipu, makanya Mama bicara kasar.” Sora terkekeh, terpaksa berbohong karena tidak mau Shopie meniru dirinya yang berbicara kasar pada ayahnya. “Mama ditelepon penipu?”“Iya, sepertinya memang penipu.” Sora kembali tertawa kecil. Lalu terkejut saat teringat sesuatu. “Ada apa, Sayang? Kenapa kamu bisa sama Papa sekarang?”Bukannya Figo pergi menemui Ivara?“Papa jemput aku barusan, Ma.” Shopie terdengar riang. “Sekarang kita lagi mau beli pizza. Papa telepon Mama soalnya nggak tahu Mama pengennya pizza varian apa.”Sora terperangah. Otaknya seketika terasa kos
最終更新日 : 2026-05-19 続きを読む