“Eh, Mas?” Maya ikut kaget, tapi ia langsung tersenyum menggandeng tangan suaminya dengan mesra di hadapan mereka.“Ini, aku bawa makan siang buat kamu. Masuk, yuk.” Maya dorong suaminya untuk segera masuk ke dalam.Marta menatap keduanya dengan begitu sinis. Ia memang tak bisa menyembunyikan ketidaksukaannya pada mereka.Tapi, jika Maya tidak ada, Julia tidak akan bisa lepas dari Nando dan sekarang bersama Felix. Akhirnya ia tarik napas panjang hingga lega, berupaya meyakinkan bahwa itu adalah takdir Tuhan.“Marta,” panggil Felix padanya, karena sejak tadi tak bersuara.“Ah, ya, Tuan?”“Cari makan siang untuk kami, antar ke ruangan.” Felix memberi perintah, dan Marta mengangguk untuk segera laksanakan semuanya.Verhag dan Felix masuk ke dalam ruangan, lalu duduk untuk mengobrol berdua di sana. Ada banyak hal yang harus mereka bahas, terutama untuk proyek Naratama.Tak lupa Verhag mengembalikan dasi yang dipinjamkan oleh Felix tadi. Ia suka, tapi bukan miliknya dan ia tahu bahwa itu s
Read more