Julia sedang jalan pagi pagi, agar tubuhnya semakin segar di masa kehamilan. Apalagi menuju pesta pernikahan. Ia tak boleh lemah, karena Felix sudah mempersiapkannya dengan begitu mewah.Saat berjalan santai, Julia dilirik ibu ibu tetangga yang sedang berkumpul di mamang tukang sayur. Mau tak mau Julia menyapanya.“Selamat pagi, Bu Ibu.” Julia mendekat.“Selamat pagi, Mba Julia.” Salah satu dari mereka membalas sapaannya.“Mba Lia, katanya mau nikah lagi, ya?” tanya yang lain.“Hehehe, iya, Bu. Nanti, undangannya dikirim, ya? Masih beberapa hari lagi,” jawab Julia pada mereka dengan senyum terpaksa.“Oh, iya.” Yang lain menganggukkan kepala.“Tapi, Mba Lia itu cerainya kapan? Kok, cepet banget mau nikah lagi?” tanya salah satunya yang memang terkenal cukup julid.“Yang jelas, saya sudah melewati semua masa yang dianjurkan oleh pengadilan dan saya sudah resmi cerai dengan mantan saya kemarin. Permisi.”Julia memilih cepat pergi dari sana daripada mereka semakin rewel nantinya. Itu pas
Read more