“Bu, sudah siap? Itu kak Marta datang!” panggil Julia pada ibu dan ayahnya yang masih di kamar, padahal sudah cukup lama.“Iya, Sayang.” Ibu menjawabnya dari kamar.Mereka berdua akhirnya keluar, tapi yang langsung disambut jutsru Marta.“Eh, anak cantik! Sini Nak, masuk dulu,” ucap Ibu.“Tapi, Bu. Maaf, kita harus segera ke gedung, karena semua pekerjaan akan dimulai.” Marta meminta Julia agar segera ikut dengannya.“Oh, iya. Yaudah, ayo kalau gitu. Julia hati hati, Nak.” Ibu meminta Julia untuk jalan terlebih dulu di depan lalu masuk ke mobil.Sekarang ayah Julia sudah bisa masuk sendiri pelan pelan dengan bantuan ibu, tidak lagi harus didorong seperti dulu.“Wah, Ayah hebat. Pasti sebentar lagi akan sembuh,” puji Marta pada ayah angkatnya itu.“Ya, doakan saja, ya? Tadinya mau pas acara Julia, tapi udah ngga keburu.”“Ayaaah!” tegur Julia yang sudah naik di bagian depan saat itu.Mereka hanya tertawa, dan kemudian lanjutkan perjalanan mereka bersama menuju Gedung Alaska.Saat merek
Read more