"Coba lihat mainan kayu berukir naga ini, Arthur," panggil Alistair lembut di ruang keluarga menara barat.Matahari pagi menembus jendela tinggi, menyinari karpet bulu tebal tempat ayah dan anak itu duduk.Alistair berlutut di hadapan Arthur yang kini telah menginjak usia enam bulan dengan pipi makin berisi."Ooh... aaagoo!" oceh Arthur riang seraya menghentak-hentakkan kaki mungilnya di atas karpet.Putera pertama klan Drachen itu tumbuh sangat pesat, makin aktif, dan gemar meniru suara di sekitarnya.Liora yang sedang menyusun cangkir teh di meja dekat perapian mengamati interaksi itu dengan senyuman hangat."Alistair, jangan mengajarinya memegang mainan yang terlalu berat," tegur Liora mengingatkan dari kejauhan."Tenang saja Liora, kayu ini sangat ringan dan aman untuk genggaman tangannya," sahut Alistair bangga. Alistair mendekatkan wajahnya, membiarkan jemari mungil Arthur meraih rahang tegas dan cambang tipisnya.Arthur meraba rahang ayahnya dengan telapak tangan yang hangat, l
Read more