"Ruangan sudah bersih dan rapi, My Lord Duke, kami permisi mundur ke luar," pamit kepala bidan.Setelah tim medis selesai merapikan kamar dan menyelimuti Liora, keheningan syahdu kembali melingkupi menara barat.Alistair mengangguk pelan, membiarkan para bidan dan tabib melangkah keluar meninggalkan mereka bertiga.Alistair melangkah mendekat, lalu berlutut di samping ranjang kayu tempat Liora dan bayi mungil mereka berada.Dengan gerakan yang teramat lembut, Alistair mengecup jemari tangan Liora satu per satu penuh penghormatan."Terima kasih untuk segalanya, Istriku... kau telah berjuang luar biasa malam ini," bisik Alistair amat halus.Liora mengusap pipi kaku Alistair dengan sisa tenaganya, menyunggingkan senyum hangat yang teramat cantik."Aku membawakan putri cantik yang sangat kau idam-idamkan sejak awal, Alistair," balas Liora berbisik.Alistair tersenyum tipis, memalingkan wajahnya menatap mahluk mungil yang terlelap di dalam dekapan Liora.Sang Duke mendekatkan wajahnya, men
Read more