”MBAK!” Arsenio melangkah cepat menghampiri Hagia dengan wajah penuh drama. “Lo disuruh ngapain sama Pak Megan?” bisiknya heboh. “Sumpah, pas Pak Megan bilang lo disuruh ke villa-nya, gue langsung overthinking, dong!”Hagia langsung mengernyit. “Overthinking kenapa, sih?”“Ya lo nggak ngikutin tren sekarang?” Arsenio menggeleng prihatin. “Banyak budak korporat disiksa kerjaan segunung, lembur nggak jelas, tapi gajinya tetep segitu-gitu aja.”Hagia spontan menghela napas panjang. “Sen…” Ia memijat pelipisnya pelan. “Nggak ada yang aneh, kok. Gue cuma dimintain tolong buat ngecek proyek yang lagi dikerjain sama dia.”“Hah?” Arsenio langsung menatap curiga. “Kok bisa?”“Ya bisa aja.”“Jangan-jangan…” Lelaki itu menyipitkan mata dramatis. “Dia pengen deketin lo, Mbak?”Mata Hagia seketika membelalak lebar. “Nggak usah ngaco deh, Sen!”Arsenio malah makin terlihat curiga. “Gini-gini gue merhatiin ya, Mbak. Pak Megan tuh kalau sama lo perlakuannya beda. Dilihat dari cara dia natap lo juga,
Last Updated : 2026-05-15 Read more