Tak….!R..., A..., K...Raka terus menatap mesin ketik itu tanpa berkedip seakan tak mau ketinggalan satu momen pun, padahal ruangan generator masih gelap, hanya ada cahaya tipis dari layar panel darurat yang menerangi wajah mereka.Sementara itu, Arman masih berdiri di samping mesin tik dengan tubuh tampak kaku.Naya yang terlihat sangat khawatir, langsung memegang lengan Raka."Jangan mendekat."Mendengar peringatan dari Naya, Raka tetap tidak menjawab, karena sepasang matanya masih tetap tertuju pada kertas.Kemudian huruf berikutnya belum muncul, membuat semua menunggu dalam keheningan mencekam.Kemudian terdengar suara yang memang paling dinantikan…Tak…!Akhirnya huruf keempat pun muncul.A.Raka kontan menarik napas panjang.R-A-K-A.Itu memang adalah namanya. Namun ternyata mesin belum berhenti sampai disitu.Tak…!Lalu muncul spasi., kemudian muncul satu huruf baru.P.Melihat itu, Bima langsung berkata, "Matikan!"Arman menggeleng. "Aku tidak bisa.""Cabut sumber listrik!" B
Ler mais