Mendengar ucapannya, Bendy buru-buru menggeleng. "Nggak, bukan begitu, Valerie. Aku tahu dulu itu salahku. Aku nggak bisa melindungi kamu, jadi membuat kamu kecewa sampai pergi. Aku tahu aku salah, bisa nggak kamu kasih aku satu kesempatan lagi?""Dulu kita sampai saling mencintai seperti itu, kenapa kamu bisa pergi begitu saja? Bahkan nggak mau kasih aku kesempatan untuk memperbaikinya?"Di samping, Marcus yang mendengarkan semua itu tak kuasa menahan tawanya. Suara tawa itu membuat Bendy tanpa sadar menoleh. Adegan kedekatan antara Marcus dan Valerie tadi kembali muncul di pikirannya.Bendy menggertakkan gigi, menahan diri agar tidak langsung memukul wajah pria itu yang menurutnya sangat menyebalkan. Tatapannya langsung melewati Marcus, lalu kembali tertuju pada Valerie yang tidak berbicara. Sorot matanya tampak penuh permohonan saat memanggil, "Valerie ...."Namun, baru saja Bendy membuka mulut, ucapannya telah langsung dipotong, "Kalau Pak Bendy menghentikanku hanya untuk mengataka
اقرأ المزيد