Valerie menundukkan pandangannya dan berbohong, "Tante datang menjengukku, aku bilang kondisiku baik-baik saja. Jadi, aku suruh dia pulang dulu."Melihat itu, Mauria segera berpura-pura menanyakan kabar beberapa kali, lalu mencari alasan untuk pergi.Di ruang rawat hanya tersisa mereka berdua."Sebelumnya ...." Bendy berjalan ke samping tempat tidur, suaranya agak kaku, "Kecelakaannya terlalu mendadak, aku nggak sempat bereaksi."Valerie menjawab pelan, "Aku tahu, nggak apa-apa."Bendy tertegun, "Kamu nggak marah?""Nggak."Bendy menatap mata Valerie, mencoba menemukan sedikit saja jejak luka atau amarah, tapi tatapan Valerie tampak begitu tenang. Dia tiba-tiba merasa kesal, lalu mengulurkan tangan ingin menyentuh wajah Valerie. "Jangan bersikap begini, aku ....""Aku benar-benar nggak marah." Valerie memiringkan kepala menghindari sentuhannya, lalu berkata dengan tegas, "Aku ingin istirahat. Bu Celine juga terluka, kamu pergi saja temani dia."Setelah berkata demikian, Valerie menutup
Mehr lesen