Airin yang melihat nama Mang Ujang dan Mbok Yanti bergantian muncul di layar ponsel Doni kemudian menoleh ke arah Doni. “Kak, jangan angkat teleponnya! Kalau mereka tahu kami keluar, mereka pasti akan lapor Mami.” Di belakang, Mika dan Yuna menatap tegang. Tapi, Doni yang sedang mengemudi meraih ponselnya dan menekan tombol hijau sambil tersenyum santai. “Halo, Mang Ujang?” “Den Doni, gawat Den! Non Airin, Non Mika dan Non Yuna nggak ada! Saya ketiduran tadi! Ternyata mereka keluar naik mobil Non Airin, Den!” “Mang, saya minta nomor rekening Mang Ujang, Mbok Yanti dan Mbok Inah. Habis ini saya transfer masing-masing lima puluh juta untuk kalian. Tapi Mang ujang harus jaga rahasia ya. Kalau Mami tanya, bilang aja ketiga adik saya tetap di rumah.” “S-SERIUS DEN? 50 JUTA? B-BAIK DEN! SIAP LAKSANAKAN!” Doni tersenyum lebar. “Sip. Saya tunggu nomor rekeningnya ya Mang!” Panggilan itu dtutup. Doni menoleh ke arah tengah dengan wajah sumringah. “Beres! Mang Ujang udah aman.
Last Updated : 2026-05-05 Read more