“Pelayan di rumahmu kirim bukti chat kamu sama seorang pelayan lainnya?! Dan ada foto kamu yang peluk-peluk dia di rumah? Kamu gila, Ndy?!” Andy seketika mematung, wajahnya yang tadi angkuh berubah menjadi pucat pasi saat melihat foto yang terpampang di layar ponsel Sisil. Doni, yang duduk tepat di seberangnya, menundukkan kepala—berpura-pura tidak nyaman, padahal dia hampir tertawa karena Sisil ternyata juga kebagian karma. “Sisil, dengerin dulu ... itu cuma salah paham! Pelayan itu yang goda aku!” Andy berusaha berdiri, tangannya terulur hendak meraih ponsel Sisil, namun Sisil justru mundur selangkah dengan tatapan jijik. “Gak usah banyak alasan! Bukti chat ini jelas banget, Andy! Kamu bahkan janji mau kasih dia apartemen? Pakai uang siapa? Uang perusahaan atau uang kita buat nikah? Makanya kamu selalu menghindar kalau ada pembahasan pernikahan kita, iya?!” teriak Sisil sambil menangis. Doni berdeham pelan, sengaja menarik perhatian di tengah kekacauan itu. “Maaf, Pak Andy
Last Updated : 2026-05-04 Read more