“ … Sisil? Yang?” racau Andy dengan mata separuh terbuka. Di kursi kemudi, Doni yang sudah merapatkan resleting dan kancing kemeja, melirik spion tengah. Andy rupanya sudah berada dalam posisi duduk. Wajahnya tampak merah dan bingung. “I-iya, Yang? Aku di sini.” sahut Sisil dengan suara yang sedikit bergetar, mencoba terdengar semanja mungkin meski tangannya sibuk membetulkan letak tali gaunnya yang miring. Doni membuang napas perlahan, mencoba menormalkan detak jantungnya yang masih berdentum keras. Dengan gerakan setenang mungkin, pria itu menyalakan mesin mobil. Suara halus mesin mewah itu menyamarkan deru napas Sisil yang masih belum stabil di kursi sebelah. Andy memijat pelipisnya, matanya menyipit menatap kabin depan yang terasa lebih pengap dan panas dari biasanya. “Kok ... kamu di depan, Yang?” Andy mulai mengeluarkan suara cigukan. Sisil mematung sesaat, bibirnya membentuk senyum yang kaku. “Tadi ... tadi kamu tidurnya miring-miring, aku jadi nggak nyaman. Teru
Last Updated : 2026-04-29 Read more