"Tuan, letakkan teko itu. Apa yang sedang anda lakukan?" Kevin menatap Edward dengan dahi berkerut dalam, tangannya yang masih terbalut perban tipis menggantung di udara. Edward yang baru saja hendak menuangkan air putih ke dalam gelas Kevin seketika membeku. Ia berdehem kaku, lalu meletakkan kembali teko kaca itu ke atas meja makan dengan gerakan yang dibuat-buat seolah tidak terjadi apa-apa. "Aku hanya ingin minum, Kevin. Dan karena teko ini ada di dekatku, sekalian saja kutuangkan untukmu." "Tapi gelas anda sudah penuh, Tuan. Dan anda baru saja menggeser piring nasi goreng ini ke depan saya seolah-olah saya adalah anak kecil yang tidak bisa mengambil makanan sendiri," sahut Kevin, suaranya sengaja ditekankan menjadi bariton kaku andalannya. Matanya menyipit penuh selidik. Edward menarik kembali tangannya, lalu duduk di kursinya dengan gaya angkuh yang terkesan dipaksakan. "Kau itu baru saja tertembak semalam jika kau lupa, Kevin. Sebagai atasan yang baik, aku hanya memastikan pe
Leer más