"Tuan Mahesa ternyata sangat tampan sekali, seperti yang di bicarakan orang-orang. apalagi pengawal pribadi Tuan yang satu ini. Sangat tmpan dan gagah sekali," ucap Bi Liska, memutus keheningan dengan sebuah senyuman hangat yang mengembang di wajah paruh bayanya. Matanya yang teduh menatap Kevin lekat-lekat, menyapu penampilan pemuda itu dari ujung topi hingga sepatu kargonya. Kevin merasakan seluruh sendinya mendadak kaku, dsn senyum yang ia sunggingkan terasa sangat dipaksakan. "Ah... t-terima kasih, Bi. Saya biasa saja," sahut Kevin dengan suara bariton yang sengaja ditekankan, lalu buru-buru memalingkan wajahnya ke arah lain demi menghindari kontak mata yang terlalu lama. Edward yang tidak menyadari ketegangan itu hanya melirik jam tangannya. "Baiklah, Bi Liska, kau bisa langsung ke dapur dan beristirahat setelah merapikan barang-barangmu. Johnny akan memandu." "Baik, Tuan Besar. Saya permisi," Bi Liska membungkuk hormat, lalu berjalan mengekor di belakang Johnny menuju area be
Read more