"Tuan Edward, ini berkas pengajuan kerja sama dengan pihak perhotelan yang Anda minta," ujar Marlina dengan nada suara yang teramat formal dan dingin, meletakkan sebuah map kulit di atas meja restoran mewah itu tanpa sekali pun menatap mata pria di hadapannya. Edward yang sedang memotong steaknya menghentikan gerakan tangannya. Ia mendongak, menatap tajam Marlina yang berdiri tegap di samping mejanya dengan setelan jas kaku dan rambut yang diikat rapi. "Duduk, Marlina. Ini perintah, bukan tawaran." "Saya sedang dalam mode bertugas sebagai pengawal pribadi Anda, Tuan Mahesa. Tidak sopan jika saya duduk di meja yang sama dengan klien Anda yang akan datang sebentar lagi," balas Marlina datar, menjaga jarak bicaranya dengan sangat profesional seolah pertengkaran hebat yang membuat kamar mereka hancur semalam tidak pernah terjadi. Edward berdecak lidah, meletakkan pisau dan garpunya dengan dentingan yang cukup keras hingga memicu perhatian beberapa pelayan di sekitar area VIP tersebut.
Read more