Ditemani Fani, Aluna memberikan beberapa paper bag bingkisan untuk para tamu yang hadir. Termasuk dari keluarga besar Arkan. Saat menerima bingkisan tersebut, Farah sampai terperangah. Isinya tak hanya makanan, tapi juga souvenir berupa gelas dan piring yang cantik. "Itu gelas dan piring yang dipilihkan oleh Adelina." Seru Langit saat melihat ketertegunan dua kakak beradik itu. Fiona sampai menggumam. "Pilihanmu bagus sekali, Adel. Kamu tahu betul kalau tante dan mamamu suka sekali alat makan dari keramik." Mendengar itu, Adelina tertawa. "Pilihanku bagus, kan?" Fiona mengangguk. Sementara Farah hanya terdiam. "Kamu mau pulang sekarang, Adel? Biar aku antar." Farah baru menoleh. "Biar Aamir saja yang mengantar kami." Aamir mengangkat tangannya memberi isyarat untuk menolak. "Tidak masalah, Nyonya Farah. Sekalian saya ingin memberikan c
Read more