"Lama-lama kamu seperti pelangi, Langit.""Dasar!" Langit mencebik.Tak hanya Aluna yang tertawa tapi juga Fani. Penampilan Langit berubah total. Dia yang hanya dulu memakai pakaian serba hitam kini dengan kemeja warna warni. Kemarin dengan warna putih dan kuning, hari ini menggunakan warna biru langit.Sungguh tampak bersinar cerah di tubuh pria yang atletis itu."Wanita mana yang membuat kamu bersinar lagi?" Goda Aluna."Apa sih, kamu?!" Langit sampai menahan tawanya."Jangan berbohong, Langit. Kita sudah pernah menikah, sudah pernah jatuh cinta. Aku tahu kamu sedang menarik perhatian wanita lain.""Astaga, kamu ini!" Langit tertawa. "Rasanya nggak salah untuk jatuh cinta lagi, kan? Sudah tiga tahun aku menduda.""Syukurlah.. jadi siapa perempuan itu?""Ada. Kamu kenal siapa wanita itu." Sahut Langit tersenyum penuh arti."Aku mengenalnya?" Aluna sampai mengkerut sendiri. Semalam Sinar mengat
Read more