Kobaran api membumbung tinggi membuat seluruh ibukota menyala terang. Rumah-rumah rakyat jelata tertutup rapat, gerbang mansion bangsawan nyaris tidak meninggalkan celah. Semua orang bersembunyi, bahkan ratusan bangsawan melarikan diri dari ibukota karena ketakutan.Di depan reruntuhan istana yang telah menjadi lautan api, Arcane Wilder berdiri seperti Hades, dewa neraka yang menantikan pesta kematian.Bintik-bintik merah dan darah masih menetes dari pedangnya, entah sudah berapa kepala yang terpenggal. Dari seluruh tampilannya yang seperti iblis neraka, tali merah di pergelangan tangannya sangat mencolok dan tidak selaras dengan kengeriannya. Angin dingin berhembus, membawa bau anyir dan gosong dari terbakarnya seluruh sudut istana.“Sudah mati?” Suara serak itu membuat pria yang berdiri beberapa Langkah di belakang Arcane Wilder terkejut sesaat.“Ya, Tuanku. Kondisinya sudah lama tidak memungkinkan untuk bertahan.”“Begitu,” Arcane Wilder menatap ke langit yang gelap, di mana bah
Dernière mise à jour : 2026-04-12 Read More