LOGIN
Kobaran api membumbung tinggi membuat seluruh ibukota menyala terang. Rumah-rumah rakyat jelata tertutup rapat, gerbang mansion bangsawan nyaris tidak meninggalkan celah. Semua orang bersembunyi, bahkan ratusan bangsawan melarikan diri dari ibukota karena ketakutan.
Di depan reruntuhan istana yang telah menjadi lautan api, Arcane Wilder berdiri seperti Hades, dewa neraka yang menantikan pesta kematian.
Bintik-bintik merah dan darah masih menetes dari pedangnya, entah sudah berapa kepala yang terpenggal. Dari seluruh tampilannya yang seperti iblis neraka, tali merah di pergelangan tangannya sangat mencolok dan tidak selaras dengan kengeriannya.
Angin dingin berhembus, membawa bau anyir dan gosong dari terbakarnya seluruh sudut istana.
“Sudah mati?” Suara serak itu membuat pria yang berdiri beberapa Langkah di belakang Arcane Wilder terkejut sesaat.
“Ya, Tuanku. Kondisinya sudah lama tidak memungkinkan untuk bertahan.”
“Begitu,” Arcane Wilder menatap ke langit yang gelap, di mana bahkan bintang tampak ketakutan menampakkan cahayanya, “Kuburkan dengan layak.”
“Ya, Tuanku.” Pria berpakaian hitam itu segera mengundurkan diri untuk memenuhi perintah.
Nyala api membumbung semakin tinggi bagaikan monster ganas yang melahap habis setiap bagian istana. Tali merah yang rapuh di pergelangan tangan Arcane Wilder akhirnya mencapai batas akhir bertahan, putus, dan terbang menari bergabung ke dalam api yang menyala-nyala.
…………
Cahaya matahari masuk melalui jendela besar dan menyelinap melalui kelambu, menyinari gadis muda yang terbaring di atas ranjang bulu lembut. Reveriela Drunke perlahan membuka matanya dan melihat langit-langit ranjang berwarna merah muda, kemudian tersentak dan duduk.
Tidak mungkin...Reveriela menatap sekitar dengan mata terbelalak, lalu mengangkat kedua tangannya dan terkejut. Tubuhnya hanya tersisa tulang berbalut kulit dengan bekas bekas luka tak terhitung jumlahnya. Sekarang, jelas tubuhnya adalah tubuh seorang gadis yang terawat dan cantik.
Mendengar gerakan dari ranjang, seorang gadis pelayan segera menyibak kelambu, menyapa Reveriela dengan kerutan cemas berbalut lega di wajahnya.
“Nona, akhirnya Anda bangun...” Ucap Yesia, gadis pelayan di rumah Bangsawan Drunke, “Anda membuat saya khawatir.”
Reveriela mengabaikan kekhawatiran serta keluhan gadis pelayannya, dan justru menarik kedua tangan Yesia. Ia melihat ke kanan dan kiri tubuh Yesia, lalu mengajukan pertanyaan yang aneh pada pelayannya.
“Yesia...tahun berapa sekarang?”
Yesia sangat bingung, tetapi tetap menjawab pertanyaan Reveriela dengan polos.
“Sekarang musim semi tahun Renance Raja Lark ke-12.”
Kepala Reveriela berdengung. Kemudian serangkaian klip kehidupan sebelumnya berputar seperti kaset rusak. Melihat wajah Reveriela tiba-tiba pucat, Yesia menjadi panik.
“Young Lady, apakah saya perlu...”
Sebelum kata-kata Yesia selesai, pelukan hangat menyergapnya secara tiba-tiba. Reveriela berteriak kecil, lalu melepaskan Yesia dan segera turun dari ranjang. Gadis itu menghambur pergi, bahkan tanpa mengenakan sandal tidurnya.
Berlari menyusuri Lorong dan menuruni anak tangga, Reveriela menemukan Nyonya Drunke, sedang mengarahkan pelayan untuk meletakkan rangkaian pot bunga di atas meja ruangan. Wanita itu sedikit tersentak saat seseorang menyergap ke dalam pelukannya secara tiba-tiba. Menyadari bahwa itu putrinya, Nyonya Drunke segera berbalik, membalas pelukan putrinya dengan raut bingung dan khawatir.
“Sayang, kenapa?” Tanya Nyonya Drunke dengan cemas, “Di mana yang sakit?”
Reveriela tidak bisa mengatakan apapun, hanya bisa memeluk tubuh ibunya dengan erat. Menghirup bau mawar yang telah lama ia rindukan dengan serakah. Melihat kedua wanita dalam keluarga saling berpelukan, Tuan Drunke yang baru saja keluar dari ruang kerja bersama Marlow kelihatan tidak kalah cemas.
“Apa yang terjadi pada little Riela? Kenapa tidak beristirahat di kamar?”
Mendengar suara yang hampir ia lupakan, Reveriela segera berbalik dan menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca. Melihat putrinya ingin menangis, Tuan Drunke segera datang dan memeluknya untuk menenangkan. Pria paruh baya itu mengusap punggung putrinya dengan sayang.
“Oke jangan menangis, Papa di sini,”
Kalimat Tuan Drunke membuat mata Reveriela menjadi semakin masam. Sudah berapa lama ia merindukan kalimat ayahnya tersebut? Sejak menikahi Pangeran Damien dan mendukungnya untuk naik tahkta, Reveriela tidak pernah lagi merasa begitu dekat dengan keluarganya. Masa-masa sulit sampai kejatuhan yang dialami rumah Drunke, semuanya karena sumbangsihnya yang dengan egois memaksa keluarga Drunke mendukung Pangeran Damien dengan membabi buta.
Tahun-tahun itu, ketika Tuan Drunke menentang keras keinginannya untuk menikah dengan Pangeran Damien, Reveriela merasa seolah-olah keluarganya egois, jahat, dan tidak memahami perasaannya. Ia begitu bodoh, tidak tahu diri, terobsesi, hingga mengabaikan cinta paling tulus yang diberikan keluarga untuknya.
Yesia yang sama tidak mengerti dengan perilaku tiba-tiba nona mudanya, mau tidak mau menjelaskan dengan singkat bahwa Reveriela bangun dan memeluk semua orang secara tidak bisa dimengerti.
Tuan Drunke mengira bahwa putrinya hanya mengalami mimpi buruk dan meminta pelayan untuk memanggil dokter keluarga. Baru saat itu, Reveriela akhirmya mengingat bahwa awal musim semi tahun Renance 12, tubuhnya jatuh ke danau bersama Tatum Falcon, saingan cintanya saat menghadiri ulang tahun salah satu gadis bangsawan.
Reveriela mengingat persis bahwa kemarahannya saat itu dipicu oleh gaun yang mereka kenakan sama persis. Mereka berdebat siapa yang harus pulang mengganti gaun tetapi malah berakhir saling mendorong dan jatuh ke danau. Reveriela ingat saat itu, Pangeran Damien bergegas melompat ke danau tetapi menjangkau Tatum lebih dulu. Jika bukan karena Marlow menyadari adiknya terjatuh dan segera melompat ke danau, Reveriela mungkin sudah terlambat untuk diselamatkan.
Tetapi justru karena insiden pertengkaran yang berakhir tragedi, ada banyak rumor beredar di mana-mana bahwa ia adalah gadis bangsawan yang sombong, jahat, dan tidak punya sopan santun. Mendengar bahwa Pangeran Damien bahkan tidak repot-repot untuk menjenguknya, Reveriela membuat masalah di mana-mana dan terpaksa membuat Tuan Drunke memberlakukan kurungan rumah padanya selama sabulan penuh.
Karena hal itu, Reveriela melakukan berbagai cara untuk bisa menghubungi Pangeran Damien, yang akhirnya justru memperkuat gosip buruk tentang dirinya. Setelah bertahun-tahun hidup bersama, Reveriela baru mengetahui bahwa semua reputasi buruknya tidak lain dan tidak bukan didalangi oleh Pangeran Damian sendiri.
Pikiran mengembara Reveriela diinterupsi oleh kedatangan dokter keluarga. Dengan patuh, ia mengikuti perintah ayahnya dan membiarkan dokter keluarga memeriksa denyut nadi dan suhu tubuhnya.
“Demam nona muda sudah sepenuhnya turun. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tetapi nona harus tetap istirahat selama beberapa hari lagi,” Ucap dokter tua yang sudah mengabdi selama 30 tahun pada keluarga Drunke.
Semua orang bernapas lega, tetapi tidak dengan Nyonya Drunke yang tahu persis sifat putrinya. Baru akan membujuk Reveriela untuk tinggal dengan patuh selama beberapa hari lagi di rumah, tetapi suara gadis itu sudah lebih dulu terdengar.
“Mama, Papa, Kakak, jangan khawatir. Aku berjanji akan tinggal di rumah dengan patuh dan memulihkan diri.”
Tuan Drunke sangat puas dan mengusap kepala putrinya yang kini menjadi lebih masuk akal. Ia mengatakan bahwa setelah benar-benar sembuh, Reveriela bisa membeli apapun yang diinginkan, dan akan membiarkan Marlow menemani ke manapun gadis itu ingin bermain.
Reveriela sekali lagi menjawab ya dengan patuh dan membuat semua orang menaruh jantung mereka kembali ke tempatnya.
Untungnya, untungnya sekarang ia terlahir kembali. Reveriela berjanji kali ini ia akan membalaskan dendam kehidupan sebelumnya, dan memastikan keluarga Drunke aman.
Ketika Reveriela sampai di Istana Timur, Kepala Pelayan memberitahukan bahwa Arcane belum kembali dari istana sejak pengadilan pagi. Melihat ke waktu, sebenarnya pria itu telah menghabiskan lebih dari setengah hari di kerajaan. Reveriela mengangguk mengerti dan memilih untuk menunggu. Setelah menghabiskan hampir setengah cangkir teh, Kepala Pelayan mengumumkan bahwa Pangeran Bupati akhirnya kembali.Arcane sudah mendengar Kepala Pelayan membisikkan bahwa Young Lady datang dengan gelisah dan tampak mondar-mandir menunggunya. Menebak bahwa gadis itu datang untuk sesuatu yang penting, Arcane hanya mengangguk tenang.Ketika memasuki ruangan santai dan melihat Reveriela segera berdiri ketika melihatnya, Arcane berusaha menyembunyikan kedalaman di matanya. Pria itu meminta seluruh pelayan meninggalkan mereka berdua, lalu melepaskan sarung tangannya untuk diletakkan di meja. Ia berjalan ke sofa, berdiri tepat di samping gadisnya dan mengusap pipi Reveriela sambil men
Ketika Reveriela sampai di pelataran istana di mana kereta kuda sudah menunggu, gadis itu sedikit terkejut melihat Arcane Wilder berdiri menunggunya masih dengan seragam resminya. Ketika Yesia mengatakan bahwa Gale mengirim kereta, Reveriela berpikir bahwa Arcane hanya mengirim kusir untuk mengantarnya kembali. Mengingat betapa sibuknya pekerjaan pemuda itu, Reveriela tidak menyangka Pangeran Bupati akan datang sendiri untuk mengantarnya pulang ke Mansion Drunke.“Sayang...” Reveriela memanggil Arcane dengan lembut dan segera berlari.Pangeran Bupati sedikit terkejut mendengar Reveriela memanggilnya dengan sebutan baru. Tapi ia tidak mengatakan apapun dan justru mengulurkan tangannya untuk menangkap gadis tersebut.“Siapa yang menahanmu?”Reveriela mendongak, lalu segera menyadari Arcane pasti mengamatinya datang dan berlari dari arah berlawanan dari Istana Peony. Gadis itu tidak berencana menyembunyikan apapun. Jadi ia mengadukan
Hari pertunangan Pangeran Damien dan Tatum Falcon akhirnya tiba. Di ballroom istana utama, tamu undangan menikmati jamuan dan berkeliling untuk berbincang dengan kenalan. Setelah prosesi utama bertukar cincin selesai, para pasangan berbondong-bondong menuju lantai dansa seperti biasa.Semua orang tampak menikmati suasana dan datang hanya untuk memberi wajah pada Raja Heddar dan Ratu Roserie. Selir Carmila yang merupakan ibu kandung Pangeran Damien tampaknya hanya menjadi topping tambahan sejak orang-orang mengetahui bahwa Ratu Roserie berubah dan mengatur pelaksanaan pesta.Tapi tidak kalah menarik dari karakter utama malam ini, pasangan Pangeran Bupati dan Nona Drunke justru mengambil banyak perhatian. Mereka datang bergandengan tangan bersama, bahkan tetap menjadi bahan pujian ketika keduanya hanya memilih untuk berdiri di samping dan berpura-pura menjadi figuran. Keduanya tidak memiliki niat sedikitpun untuk mencuri spotlight dan justru menikmati waktu untuk berduaa
Reveriela meletakkan surat yang dikirim dari Putri Myra setelah membacanya. Mengingat ocehan Putri Orion itu tentang membubarkan harem di istananya, ada sedikit kelegaan di hati Reveriela. Gadis itu melirik pria di sebelahnya yang masih sibuk pada surat kabar di tangan. Menyadari Reveriela menatapnya, Arcane Wilder segera melipat koran dan meletakkan di meja.“Sudah selesai?”Reveriela tertawa kecil mendengar pertanyaan pemuda itu dan tetap mengangguk ringan. Ternyata Arcane menunggunya membaca surat Putri Myra dan mengambil kesibukan lain. Reveriela merasa manis di dalam hati dan segera melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Arcane dan bersandar dengan manja.“Apa kita akan dinner bersama malam ini?”“Tentu saja,” Arcane mengusap punggung gadis itu dan mengecup atas kepalanya, “Bagaimana kalau pindah ke Istana Hitam?”Reveriela sangat terkejut dan segera menegakkan tubuh. Gadis itu membulatkan mata
Di Istana Selir Carmila, Tatum Falcon duduk di teras taman dan menuangkan secangkir teh hangat untuk calon mertuanya. Melihat gadis itu bahkan membawa hadiah berupa kalung kristal edisi baru dari toko Glory, membuat ketidakpuasan Selir Carmila berkurang banyak. Wanita itu mengangkat cangkir tehnya, menyeruput sedikit, lalu meletakkan dan tidak bisa tidak membahas masalah lama.“Aku dengar kau sering datang ke Istana Peony untuk menyenangkan Ibu Suri.”Tatum Falcon tersenyum tidak mencapai matanya, tetapi segera menjawab dengan lembut dan perhatian.“Saya hanya datang beberapa hari lalu untuk membawakan kue dari sweet.”Selir Carmila mengangguk dan tertawa dalam hati. Bagaimanapun gadis itu hanya membawa kue untuk Ibu Suri, itu sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan kalung kristal yang dibawa untuknya hari ini. Kemarahan Selir Carmila segera lenyap.“Tidak perlu repot-repot membawakan kue. Ibu Suri punya banyak pela
Bulan telah menggantung tinggi tetapi ruang kerja di Istana Pangeran Bupati masih menyala terang. Melihat bahwa Tuannya tidak berniat beranjak dari pekerjaan setelah mengantar Nona Drunke kembali membuat Kepala Pelayan menghela napas pelan. Pria paruh baya itu mendorong troli berisi minuman, lalu menuangkan wine ke dalam gelas kaca.Arcane berdiri di depan jendela kaca besar sambil meneguk winenya. Tatapan mata acuh yang diberikan oleh Reveriela sebelum kembali benar-benar membuat perasaan pemuda itu sangat tidak nyaman. Arcane baru menyadari ternyata moodnya dipengaruhi banyak oleh mood Reveriela Drunke.“Tuanku, Anda harus menjelaskan pada Nona Drunke dan meminta maaf. Perasaan Young Lady pasti lebih tidak nyaman dibanding perasaan Anda.”Arcane menoleh menatap Hans sebentar, lalu bergumam dan kembali meneguk minumannya. Hans hanya tersenyum, tidak mendorong lebih jauh dan membiarkan Tuannya mengenali jenis perasaan baru yang tidak familia
Di sebuah ruangan, seorang pemuda duduk dan membakar selembar surat yang baru saja ia terima. Pikiran Arcane Wilder tiba-tiba kembali melayang pada insiden hari ini. Jelas, itu harus menjadi pertemuan pertamanya dengan Riveriela Drunke, tapi sepasang mata obsidian itu menatapnya seolah bernostalgia
Hari perjamuan bunga di istana akhirnya tiba. Karena perjamuan khusus diadakan bagi wanita dan gadis bangsawan, Ratu Roserie menjadi tuan rumah dan menyambut tamu undangan ditemani Putri Phoebe yang dikatakan merancang sendiri pelaksaanaan jamuan bunga tahun ini.Kerajaan Kroia hanya memiliki dua p
Sebuah kereta bangsawan berhenti di depan padok paling terkenal di ibukota. Selain terkenal sebagai tempat pacuan dan berlatih kuda, sudah menjadi rahasia umum bahwa padok merupakan tempat populer bagi berkumpulnya para bangsawan untuk bersosialisasi. Melihat pasangan bersaudara dari rumah Drunke t
Arcane Wilder berjalan dari ruang belajar kerajaan menuju Istana Peony, tempat ibu suri tinggal. Tampilannya yang tampan dan suram membuat beberapa pelayan kecil memilih jalan memutar. Pelayan Istana Peony yang melihat pria itu datang segera memberi tahu ke dalam. Ibu suri yang sedang duduk untuk m







