Udara di dalam kamar terasa makin sesak, seolah setiap napas terasa berat dan sarat pertanyaan yang baru saja terungkap. Jari Arga masih teracung lurus, namun sebelum pandangan semua orang sempat menetap pada satu sosok, ia justru memutar arah perlahan, menatap tepat ke arah Bisma yang masih berdiri kokoh melindungi Aru di belakangnya.“Pengkhianat memang ada di antara kita,” ucap Arga tenang, namun suaranya terdengar menusuk hingga ke tulang sumsum. “Tapi sebelum mengungkap siapa dia, ada satu kebenaran yang jauh lebih besar yang harus kalian dengar sekarang. Selama ini kalian hanya tahu satu sisi cerita, padahal kenyataannya jauh lebih rumit dan berbahaya.”Bisma tetap tidak menurunkan senjatanya, namun rahangnya mengeras, matanya menatap Arga dengan tatapan yang mulai berubah, bukan lagi hanya kewaspadaan, melainkan seolah ia sudah menduga apa yang akan dikatakan selanjutnya.“Kau bilang Aru adalah subjek juga,” potong Bisma dengan suara rendah dan berat. “Lalu apa maksudnya semua
Baca selengkapnya