Di ruang gawat darurat, waktu terasa berjalan sangat lambat. Dokter berusaha sekuat tenaga, namun luka tembak dan pendarahan hebat sudah terlalu parah. Akhirnya, dengan wajah berat dan suara tertahan, mereka menyampaikan kabar yang menghancurkan hati Viktor seketika, “Nyawanya masih bisa diselamatkan… tapi bayinya tidak tertolong. Terlalu banyak tekanan dan kehilangan darah yang parah.”Viktor berdiri kaku di sudut ruangan, tubuhnya gemetar hebat seolah baru saja dipukul hingga ke tulang terdalamnya. Matanya yang biasanya tenang dan tajam kini berubah, kosong, gelap, dan penuh amarah yang meluap tanpa batas. Rasa kehilangan membuatnya berubah, tidak lagi sekadar melindungi… tapi kini hidupnya hanya berpusat pada satu hal, menghukum Bisma sepenuhnya.Arunika terbaring lemah, pucat bagai kain putih, napasnya pelan dan berat. Saat perlahan membuka mata, air mata menetes tanpa suara, ia tahu, tanpa perlu diucapkan, bahwa buah hati yang dilindunginya dengan nyawanya sendiri sudah tiada.“
Mehr lesen